Klarifikasi Video Anies soal “95 Persen Buta Huruf”: Pernyataan Dipotong dari Konteks Awal Kemerdekaan

Klarifikasi Video Anies soal “95 Persen Buta Huruf”: Pernyataan Dipotong dari Konteks Awal Kemerdekaan

Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan cuplikan pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang diklaim mengatakan bahwa 95 persen masyarakat Indonesia saat ini buta huruf. Klaim tersebut dinilai keliru karena potongan video tidak menampilkan konteks pernyataan secara utuh.

Dalam penelusuran, video yang beredar diketahui identik dengan tayangan di kanal YouTube RaymondChins yang diunggah pada 28 Maret 2025 berjudul “Anies Baswedan: Bongkar Dosa Politik Indonesia?! - Escape Eps 28 (ft Felix Siauw, Koiyo Cabe)”. Cuplikan yang tersebar merupakan bagian dari tayangan sekitar menit 8:51.

Dalam versi lengkapnya, Anies berbicara tentang pandangannya bahwa Indonesia saat ini kehilangan pesan-pesan optimistis dari para pemimpin yang ditopang kredibilitas. Ia kemudian mencontohkan Presiden Soekarno yang pada awal kemerdekaan menyampaikan pesan optimisme dengan mengatakan 10 pemuda Indonesia bisa mengguncang dunia.

Angka “95 persen” yang disebut Anies merujuk pada kondisi pada awal kemerdekaan, yakni ketika 95 persen masyarakat Indonesia masih buta huruf. Menurut Anies, Soekarno tidak bersikap pesimistis terhadap keadaan tersebut, melainkan justru memompa semangat dengan pesan optimisme yang dibangun dari kredibilitasnya sebagai pemimpin.

Dengan demikian, pernyataan Anies dalam video yang beredar bukan merujuk pada kondisi Indonesia saat ini, melainkan pada konteks sejarah awal kemerdekaan yang digunakan sebagai contoh dalam pembahasannya.