Pemerintah Lebanon menyatakan Duta Besar Iran di negara itu sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan. Keputusan tersebut muncul setelah kelompok Hezbollah meluncurkan serangan ke Israel yang kemudian memicu invasi baru Israel ke wilayah Lebanon.
Duta Besar Iran diminta meninggalkan Lebanon karena dinilai melanggar norma diplomatik serta praktik yang berlaku antara kedua negara. Di tengah perkembangan itu, beredar di media sosial sebuah video yang diklaim memperlihatkan Dubes Iran diseret paksa oleh tentara Lebanon untuk keluar dari negara tersebut.
Video yang beredar menampilkan personel keamanan bersama beberapa orang menyeret dan mengamankan seorang pria di jalan. Sejumlah unggahan menyertakan narasi bahwa pria tersebut adalah Dubes Iran yang menolak meninggalkan Lebanon setelah adanya perintah pengusiran.
Namun, penelusuran menunjukkan klaim tersebut keliru. Meski Dubes Iran di Lebanon telah ditetapkan sebagai persona non grata, tidak ditemukan informasi valid mengenai adanya pengusiran secara paksa seperti yang digambarkan dalam video.
Dalam laporan Reuters, Iran menyatakan duta besarnya untuk Lebanon akan tetap berada di Beirut. Iran juga menentang keputusan Kementerian Luar Negeri Lebanon yang menetapkan duta besar mereka sebagai persona non grata.
Penelusuran lebih lanjut dilakukan dengan mengambil tangkapan layar dari video yang viral dan memeriksanya menggunakan teknik pencarian gambar terbalik (reverse image search). Hasilnya, video tersebut identik dengan unggahan akun X media asal Lebanon, Elsiyasa, pada 15 Mei 2022, sehingga tidak terkait dengan konflik yang sedang berlangsung saat ini.
Keterangan berbahasa Arab pada unggahan tersebut menyebut pria yang ditangkap dan diseret dalam video adalah seorang pemuda di Lebanon bernama Charbel Tahoumi.

