Literasi dan Transparansi Dinilai Kunci Optimalkan Pengelolaan Zakat di Jambi

Literasi dan Transparansi Dinilai Kunci Optimalkan Pengelolaan Zakat di Jambi

Akademisi mendorong optimalisasi pengelolaan zakat nasional melalui penguatan peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Upaya ini dinilai strategis untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi sekaligus pengentasan kemiskinan di daerah.

Di Provinsi Jambi, potensi zakat disebut masih besar. Dari target penghimpunan Rp100 miliar, realisasi yang tercapai baru sekitar Rp15 miliar. Capaian tersebut dinilai belum mencerminkan potensi sesungguhnya, mengingat mayoritas penduduk Jambi beragama Islam.

Ketua Program Studi Perbandingan Mazhab UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Robi’atul Adawiyah, menilai rendahnya penghimpunan zakat dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya adalah minimnya literasi masyarakat terkait zakat produktif. Faktor lain ialah tingkat kepercayaan publik yang masih rendah terhadap lembaga pengelola zakat.

Menurut Robi’atul, masih banyak warga yang memilih menyalurkan zakat secara langsung kepada keluarga atau kerabat tanpa melalui lembaga resmi. Padahal, penyaluran zakat melalui Baznas dinilai dapat dikelola secara produktif dan tepat sasaran, sehingga mustahik diharapkan dapat bertransformasi menjadi muzaki. Pernyataan itu disampaikannya pada Selasa, 3 Maret 2026.

Karena itu, ia menilai peningkatan transparansi, publikasi program, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran dan kepercayaan publik dalam menunaikan zakat melalui Baznas. Dengan pengelolaan yang akuntabel dan profesional, zakat diharapkan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.