Ketua Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Septiaji Eko Nugroho menegaskan bahwa informasi yang menyebut Rusia akan membangun pangkalan militer di Papua tidak benar. Klarifikasi itu disampaikan dengan merujuk pada penjelasan resmi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI terkait isu yang beredar.
Septiaji menjelaskan, konten yang memuat narasi tersebut muncul di Facebook. Unggahan itu menarik perhatian publik dengan sekitar 500 tanda suka dan telah dibagikan sebanyak 10 kali.
Menurut Septiaji, kondisi tersebut mendorong Mafindo melakukan penelusuran melalui mesin pencari Google menggunakan kata kunci terkait. Dari hasil pencarian, Mafindo menemukan klarifikasi yang dimuat Kompas.com mengenai kabar tersebut.
Dalam pemberitaan yang terbit pada April 2025, Kemenhan membantah adanya rencana menjadikan Lanud Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia. “Jadi, ini adalah berita di tahun 2025, di bulan April. Pada waktu itu, Kementerian Pertahanan RI membantah adanya rencana menjadikan lanut Manuhua sebagai pangkalan militer Rusia,” kata Septiaji kepada RRI PRO3 dalam segmen Dialog Cek Fakta di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.
Septiaji juga menyampaikan bahwa Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemenhan Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan informasi tersebut tidak benar. Ia memastikan tidak ada kerja sama pembangunan pangkalan militer asing di wilayah Indonesia sebagaimana isu yang beredar.
“Dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kepala Biro Informasi Pertahanan yaitu Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang menegaskan informasi itu tidak benar. Tidak ada kerjasama terkait pembangunan pangkalan militer asing di wilayah Indonesia,” ujarnya.

