Memasuki 2026, Warga Menilai Berbagai Masalah 2025 Belum Tuntas

Memasuki 2026, Warga Menilai Berbagai Masalah 2025 Belum Tuntas

Pergantian tahun kerap dipandang sebagai awal baru yang membawa harapan. Namun bagi sebagian masyarakat, masuknya 2026 tidak otomatis mengubah kenyataan sehari-hari. Berbagai persoalan yang dirasakan sepanjang 2025—mulai dari kenaikan harga hingga ketidakpastian kerja—dinilai masih membekas dan belum menemukan jalan keluar yang jelas.

Memasuki 2026, bayang-bayang krisis ekonomi global disebut masih terasa. Sepanjang 2025, masyarakat menghadapi kenaikan harga pangan, BBM, serta tarif dasar listrik. Pada saat yang sama, sejumlah persoalan yang kerap muncul dari tahun ke tahun, seperti kemiskinan kota, urbanisasi liar, dan ketimpangan pendidikan, juga dipandang belum menunjukkan perbaikan berarti.

“Kadang terasa seperti jalan di tempat. Tahun berganti, tapi masalahnya itu-itu saja,” ujar Iwan (34), pengemudi ojek online di Jakarta.

Selain aspek ekonomi, dinamika politik menjelang pemilu serentak turut memengaruhi suasana ruang publik. Perdebatan di media sosial dinilai semakin ramai, sementara masyarakat kerap berada di tengah narasi yang saling berseberangan.

Dampak berbagai isu itu dirasakan langsung di tingkat rumah tangga. Sejumlah keluarga mulai mengurangi konsumsi dan menggunakan tabungan untuk kebutuhan darurat. Generasi muda juga merasakan tekanan, mulai dari tingginya biaya pendidikan hingga persaingan kerja yang semakin ketat.

Di tengah situasi tersebut, kelelahan mental menjadi bagian dari keseharian sebagian orang. Ketidakpastian membuat banyak warga lebih berhati-hati, bahkan cenderung pasif dalam mengambil keputusan. “Kadang bingung mau berharap apa. Tapi ya, hidup harus jalan terus,” kata Rani (27), pegawai swasta di Bandung.

Meski berbagai persoalan belum tuntas, harapan tidak sepenuhnya padam. Harapan yang muncul cenderung sederhana dan realistis: harga yang lebih stabil, layanan publik yang adil, serta ruang yang aman untuk hidup dan berekspresi.

Bagi banyak warga, 2026 bukan semata tentang mimpi besar, melainkan tentang kepastian dan kemajuan kecil yang terasa nyata. Tahun baru tidak dipandang sebagai keajaiban, tetapi bisa menjadi awal yang lebih baik jika ada kesungguhan untuk menyelesaikan persoalan yang sudah lama dirasakan.