DPRD dan Pemkab Tebo Gelar Coffee Morning, Bahas Isu Sosial dan Tantangan Efisiensi Anggaran

DPRD dan Pemkab Tebo Gelar Coffee Morning, Bahas Isu Sosial dan Tantangan Efisiensi Anggaran

Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tebo menggelar coffee morning bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tebo pada Selasa (05/05/2026) untuk memperkuat koordinasi dan menyelaraskan langkah pembangunan daerah.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua DPRD Tebo Khalis Mustiko, Bupati Tebo Agus Rubiyanto, Wakil Bupati Nazar Efendi, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Suasana diskusi berlangsung hangat dengan fokus utama membahas berbagai situasi sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Dalam forum itu, legislatif dan eksekutif saling bertukar pandangan guna mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga. Ketua DPRD Tebo Khalis Mustiko menyampaikan bahwa kepemimpinan saat ini menghadapi tantangan besar, terutama terkait kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada ruang gerak pembangunan di daerah.

“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam langkah kepemimpinan kami, terutama karena adanya kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di seluruh Indonesia. Namun, kondisi ini sedikit pun tidak menyurutkan semangat kami,” ujar Khalis Mustiko.

Meski ruang fiskal disebut semakin ketat, DPRD Tebo menegaskan komitmennya untuk terus mendorong Pemerintah Kabupaten Tebo agar tetap produktif dan menempatkan aspirasi masyarakat sebagai prioritas dalam kebijakan.

“Hal ini tidak menyurutkan semangat kami untuk terus menyampaikan masukan kepada Bapak Bupati dalam membangun Kabupaten Tebo yang produktif. Semua upaya masih terus kami lakukan demi tercapainya keinginan dan harapan yang ada di masyarakat,” tambahnya.

Pertemuan coffee morning tersebut diharapkan dapat mempercepat sinkronisasi program antara OPD dan DPRD, sekaligus membantu mengatasi kendala teknis di lapangan melalui kebijakan yang lebih tepat sasaran. Kolaborasi yang dibangun dalam forum itu juga dinilai menjadi upaya menjaga keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Tebo di tengah keterbatasan anggaran.