BANDA ACEH — Menteri Sosial Masyarakat (Mensos) BEM Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Win Farhan Afdillah, menegaskan mahasiswa yang menukar sikap kritis dengan kepentingan politik merupakan pengkhianat nurani intelektual.
Ia menilai gerakan mahasiswa saat ini berada di persimpangan yang serius: tetap berdiri sebagai pembela kepentingan publik atau justru tenggelam menjadi alat transaksi politik yang dibungkus narasi perjuangan.
Menurut Win, mahasiswa bukan properti elite politik. Ia menyebut setiap aksi, pernyataan, maupun simbol perlawanan yang lahir dari pesanan sebagai bentuk pembusukan gerakan.

