PT Pegadaian kembali mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap maraknya informasi rekrutmen palsu yang mengatasnamakan perusahaan. Peringatan ini disampaikan menyusul banyaknya laporan penipuan berkedok penerimaan karyawan Pegadaian yang beredar di berbagai platform digital.
Dalam berbagai kasus, pelaku menggunakan beragam cara untuk menjerat korban, mulai dari menyebarkan informasi lowongan kerja palsu melalui pesan singkat dan media sosial, hingga meminta sejumlah uang dengan alasan yang tidak masuk akal. Pegadaian menekankan pentingnya masyarakat mengenali ciri-ciri penipuan serta memastikan informasi lowongan hanya berasal dari kanal resmi.
Modus yang kerap digunakan
Salah satu modus yang paling sering muncul adalah penyebaran informasi lowongan kerja palsu melalui SMS, aplikasi pesan seperti WhatsApp dan Telegram, serta media sosial seperti TikTok dan Facebook. Dalam catatan yang disebutkan, pada Januari 2026 sempat beredar video di TikTok yang mengklaim adanya lowongan kerja PT Pegadaian tahun 2026, namun klaim tersebut tidak benar. Kasus serupa juga muncul pada Agustus 2024 melalui unggahan di Facebook yang berisi informasi lowongan kerja PT Pegadaian dan kemudian teridentifikasi sebagai hoaks.
Modus lain yang juga dilaporkan adalah ajakan kepada calon korban untuk datang ke kantor Pegadaian dengan menggunakan jasa tour and travel tertentu. Pelaku kemudian meminta korban mentransfer uang dengan dalih biaya pengganti transportasi dan akomodasi. Pegadaian menegaskan perusahaan tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun selama proses rekrutmen, termasuk biaya transportasi maupun akomodasi, serta tidak bekerja sama dengan biro perjalanan mana pun.
Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap tawaran gaji yang tidak masuk akal, misalnya posisi staf administrasi dengan iming-iming gaji Rp10 juta per bulan tanpa pengalaman. Proses rekrutmen yang terlalu cepat dan tidak jelas juga menjadi tanda bahaya, seperti langsung dinyatakan diterima tanpa wawancara atau tes, atau dinyatakan “lolos seleksi” padahal belum pernah melamar.
Ciri lainnya adalah penggunaan alamat email dan tautan pendaftaran yang tidak resmi. Contohnya, email yang tidak menggunakan domain perusahaan dan memakai layanan gratis seperti Gmail. Tautan yang dibagikan juga kerap tidak mengarah ke laman resmi Pegadaian, melainkan ke halaman yang meminta pengisian data pribadi dan mengarah pada indikasi penipuan.
Pernyataan Pegadaian dan kanal resmi rekrutmen
PT Pegadaian menegaskan tidak terlibat dalam informasi rekrutmen tidak resmi yang beredar. Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian Dwi Hadi Atmaka (Aat) dan Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian Basuki Tri Andayani disebut berulang kali menekankan bahwa proses rekrutmen Pegadaian tidak pernah memungut biaya.
Informasi rekrutmen karyawan Pegadaian, menurut perusahaan, hanya disampaikan secara terbuka melalui kanal resmi, yakni:
Website karier: www.pegadaian.co.id/karir
Media sosial resmi: LinkedIn PT Pegadaian, Instagram @pegadaian_id
Call Center: 1500-569
WhatsApp Pevita: 0811-1500-569
Langkah pencegahan agar tidak tertipu
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran kerja yang menggiurkan, terutama jika sumbernya tidak jelas. Verifikasi informasi menjadi langkah utama, termasuk dengan mengecek melalui website dan media sosial resmi Pegadaian, menghubungi call center 1500-569, atau WhatsApp Pevita di 0811-1500-569. Konfirmasi ke outlet Pegadaian terdekat juga dapat dilakukan.
Pegadaian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak pernah mentransfer uang kepada pihak yang tidak dikenal dengan alasan apa pun terkait rekrutmen, termasuk biaya tiket, hotel, transportasi, maupun akomodasi. Jika menemukan informasi mencurigakan, masyarakat disarankan mengabaikan atau memblokir nomor telepon, email, atau akun media sosial penyebar informasi tersebut.
Apabila sudah terlanjur menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwajib agar dapat diproses sesuai ketentuan hukum. Sejumlah tanda umum lowongan palsu yang perlu diwaspadai mencakup sumber informasi tidak resmi, email di luar domain perusahaan, permintaan uang, penulisan yang tidak rapi, tawaran gaji tidak wajar, serta proses rekrutmen yang terlalu cepat dan tidak transparan.

