Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masyarakat. Ajakan tersebut disampaikan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat menyerahkan secara simbolis bantuan sosial (bansos) stimulan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Bantul, Senin.
Menurut Bupati, nilai gotong royong perlu terus dikedepankan sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghadapi persoalan sosial. Ia menyampaikan hal itu seiring penyaluran bansos stimulan yang merupakan bagian dari program pemberdayaan usaha untuk pengentasan kemiskinan ekstrem.
Program bansos stimulan tersebut menyasar 262 keluarga yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Imogiri, Dlingo, Banguntapan, Sewon, Bambanglipuro, dan Pandak.
Bupati menjelaskan, pemberian bantuan ini merupakan bagian dari dua pendekatan dalam pengurangan kemiskinan ekstrem. Pendekatan pertama dilakukan melalui pengurangan beban konsumsi, antara lain melalui Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Bantuan Langsung Tunai (BLT). Adapun pendekatan kedua berfokus pada pemberdayaan ekonomi.
Ia mengatakan, bansos stimulan yang disalurkan kali ini diarahkan untuk mendukung usaha masyarakat yang telah diidentifikasi membutuhkan penguatan. Program tersebut disebut akan terus dilanjutkan.
Total 262 KPM menerima bantuan stimulan untuk meningkatkan pendapatan melalui usaha ekonomi produktif, seperti pertanian, peternakan, dan industri.
Selain bantuan, Bupati juga menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat, terutama penerima manfaat, guna mendukung keberhasilan program pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia meminta warga meninggalkan kebiasaan yang dinilai menghambat kemajuan, termasuk judi online.

