Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat membantah informasi terkait pembagian dana bantuan dari Australia untuk masyarakat Kristiani yang mencatut nama Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Pemprov meminta masyarakat mewaspadai penyebaran informasi tersebut karena dinilai sebagai hoaks.
Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah video yang mengaitkan Dominggus Mandacan dengan klaim adanya bantuan dari Australia untuk umat Kristiani. Pemprov Papua Barat menegaskan video tersebut tidak benar dan menyesatkan.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik Provinsi Papua Barat, Frans P. Istia, menyatakan gubernur tidak pernah menyampaikan pernyataan, baik secara langsung maupun melalui media apa pun, yang berkaitan dengan dukungan atau persetujuan terhadap penyaluran dana dimaksud kepada kelompok tertentu, baik di Papua Barat maupun di wilayah lain di Indonesia.
Ia menambahkan, klarifikasi pemerintah tidak hanya bertujuan meluruskan informasi, tetapi juga menjadi bagian dari edukasi publik agar masyarakat lebih bijak menyaring konten di ruang digital. Menurutnya, arus informasi yang cepat di media sosial menuntut literasi digital yang kuat karena tanpa verifikasi memadai, narasi dapat mudah diterima sebagai kebenaran meski sebenarnya manipulatif.
Pemprov Papua Barat mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menjadikan klarifikasi resmi sebagai rujukan utama dalam memahami isu yang beredar.
Istia juga meminta pengguna media sosial tidak ikut menyebarluaskan konten tersebut. Ia menyatakan pemerintah daerah akan mengambil langkah hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

