Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mendesak adanya transparansi dalam penyaluran dana Hari Orang Kerja (HOK) pada program bongkar ratoon tebu di Kabupaten Malang untuk tahun 2025. PMII menilai penyaluran bantuan perlu dibuka sejak tahap pengadaan hingga distribusi kepada petani.
Ketua PMII Komisariat Universitas Kepanjen, Mohammad Ilham, mengatakan transparansi penting untuk memastikan dana mengalir tepat sasaran dan benar-benar diterima petani sebagai penerima manfaat. Ia menekankan hal ini karena program bongkar ratoon disebut akan berlanjut hingga beberapa tahun ke depan.
Terkait penyaluran dana HOK tahun 2026, Ilham meminta dinas terkait dan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Menurutnya, sosialisasi diperlukan agar publik mengetahui bantuan benih juga disertai insentif dana HOK, sehingga persoalan penyaluran bantuan pada 2025 tidak terulang.
Ilham menyebut persoalan di lapangan menunjukkan adanya ketidakjelasan dalam distribusi bantuan, termasuk dana yang dinilai tidak sepenuhnya diterima petani. Karena itu, ia menilai perlu pengawasan lebih ketat, termasuk kemungkinan sinkronisasi data kekayaan pejabat untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan.
PMII juga meminta langkah konkret pemerintah dalam merespons persoalan tersebut. Ilham menyatakan pihaknya akan mengawal petani dan tidak menutup kemungkinan melakukan aksi apabila tidak ada tindak lanjut.
Berdasarkan data sebelumnya, program bongkar ratoon di Kabupaten Malang menyasar 239 kelompok tani. Bantuan yang disalurkan berupa benih tebu sekitar 60.000 mata tunas per hektare serta insentif HOK sebesar Rp4 juta per hektare.
Dana HOK tersebut ditransfer langsung dari pemerintah pusat ke rekening kelompok tani, untuk kemudian didistribusikan kepada anggota sesuai data penerima. Ilham menilai implementasi program di lapangan perlu diawasi secara serius agar tidak menyimpang dari tujuan program nasional.
Ia berharap penguatan transparansi dan pengawasan dapat membuat program benar-benar mendukung peningkatan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Malang.

