Kepolisian Daerah Sumatera Utara mencatat perluasan wilayah terdampak bencana banjir dan longsor di provinsi tersebut. Hingga saat ini, kerusakan akibat bencana alam dilaporkan terjadi di 21 wilayah di Sumatera Utara sejak 24 November 2024.
Kasubbid Penerangan Masyarakat Polda Sumut Ajun Komisaris Besar Siti Rohani menyebut terdapat delapan wilayah tambahan yang terdampak, yakni Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Tanah Karo, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Asahan, Kota Binjai, dan Kota Pematangsiantar.
Menurut Siti, bencana yang terjadi di sejumlah wilayah hukum Polda Sumut dipicu curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi pada Ahad, 30 November 2025.
Berdasarkan data hingga Ahad, 30 November 2025, lokasi kejadian bencana di Sumatera Utara berada di 21 wilayah hukum polres jajaran, yaitu Polres Tapanuli Tengah, Polres Sibolga, Polres Tapanuli Utara, Polres Tapanuli Selatan, Polres Mandailing Natal, Polres Pakpak Bharat, Polres Humbang Hasundutan, Polres Nias, Polres Padang Sidempuan, Polres Langkat, Polres Nias Selatan, Polres Serdang Bedagai, Polrestabes Medan, Polres Deli Serdang, Polres Tanah Karo, Polres Tebing Tinggi, Polres Batubara, Polres Binjai, Polres Asahan, Polres Pelabuhan Belawan, dan Polres Pematangsiantar.
Dalam rekapitulasi Polda Sumut, tercatat 1.090 korban terdampak bencana dengan rincian 176 orang meninggal, 32 orang luka berat, 722 orang luka ringan, serta 160 orang masih dalam pencarian. Selain itu, jumlah pengungsi dilaporkan mencapai 30.445 orang.
Rincian kejadian dan dampak per wilayah hukum polres sebagai berikut. Di wilayah Polres Tapanuli Tengah tercatat 56 kejadian bencana, terdiri dari 25 longsor dan 31 banjir. Korban berjumlah 691 orang, dengan 18 orang luka berat, 575 orang luka ringan, 47 meninggal, 664 mengungsi, dan 51 orang belum ditemukan.
Di wilayah Polres Sibolga terjadi 18 kejadian, seluruhnya longsor. Korban tercatat 96 orang, dengan 3 orang luka berat, 4 orang luka ringan, 33 meninggal, dan 56 orang belum ditemukan.
Di wilayah Polres Tapanuli Utara tercatat 68 kejadian bencana, terdiri dari 41 longsor, 21 banjir, dan 6 pohon tumbang. Korban berjumlah 54 orang, dengan 5 luka ringan, 26 meninggal, 422 mengungsi, dan 23 orang belum ditemukan.
Di wilayah Polres Tapanuli Selatan terjadi 34 kejadian, terdiri dari 20 longsor, 13 banjir, dan 1 pohon tumbang. Korban tercatat 218 orang, dengan 5 luka berat, 138 luka ringan, 47 meninggal, 5.482 mengungsi, dan 28 orang belum ditemukan.
Di wilayah Polres Mandailing Natal tercatat 46 kejadian, terdiri dari 11 longsor, 34 banjir, dan 1 angin puting beliung. Korban dilaporkan nihil, sementara pengungsi mencapai 3.130 orang.
Di wilayah Polres Pakpak Bharat terjadi 24 kejadian, seluruhnya longsor, dengan korban 2 orang meninggal dan pengungsi nihil.
Di wilayah Polres Humbang Hasundutan tercatat 13 kejadian, terdiri dari 10 longsor, 2 banjir, dan 1 pohon tumbang. Korban berjumlah 15 orang, dengan 6 luka berat, 7 meninggal, 300 mengungsi, dan 2 orang belum ditemukan.
Di wilayah Polres Nias tercatat 2 kejadian longsor, dengan korban dan pengungsi nihil.
Di wilayah Polres Padang Sidempuan terjadi 15 kejadian, terdiri dari 4 longsor, 7 banjir, dan 4 pohon tumbang. Korban dilaporkan 1 orang meninggal dan 120 orang mengungsi.
Di wilayah Polres Langkat tercatat 12 kejadian, terdiri dari 2 longsor dan 10 banjir. Korban nihil, sementara pengungsi tercatat 750 orang.
Di wilayah Polres Nias Selatan terjadi 1 kejadian pohon tumbang dengan korban 1 orang meninggal.
Di wilayah Polres Serdang Bedagai tercatat 2 kejadian, terdiri dari 1 banjir dan 1 angin puting beliung. Korban nihil dan pengungsi tercatat 5 orang.
Di wilayah Polrestabes Medan terjadi 62 kejadian, terdiri dari 2 longsor, 59 banjir, dan 1 pohon tumbang. Korban dilaporkan 9 orang meninggal dan pengungsi mencapai 6.782 orang.
Di wilayah Polresta Deli Serdang tercatat 22 kejadian, terdiri dari 3 longsor dan 19 banjir, dengan korban dilaporkan nihil.
Di wilayah Polres Tanah Karo terjadi 7 kejadian, terdiri dari 2 longsor dan 5 pohon tumbang, dengan korban nihil.
Di wilayah Polres Tebing Tinggi tercatat 46 kejadian banjir. Korban dilaporkan nihil, sementara pengungsi mencapai 12.766 orang.
Di wilayah Polres Batubara terjadi 2 kejadian, terdiri dari 1 banjir dan 1 pohon tumbang. Korban dan pengungsi dilaporkan nihil.
Di wilayah Polres Binjai tercatat 10 kejadian banjir. Korban dilaporkan 1 orang meninggal, pengungsi 7 orang, dan tidak ada laporan orang belum ditemukan.
Di wilayah Polres Asahan terjadi 19 kejadian, terdiri dari 1 longsor dan 18 banjir. Korban dilaporkan nihil, sementara pengungsi tercatat 17 orang.
Di wilayah Polres Pelabuhan Belawan tercatat 43 kejadian banjir. Korban dilaporkan 2 orang meninggal dan pengungsi nihil.
Di wilayah Polres Pematangsiantar terjadi 1 kejadian longsor dengan korban dilaporkan nihil.

