Proyek Tambal Sulam Jalan di Binjai Disorot Usai Kecelakaan, Warga Pertanyakan Standar dan Kecepatan Pengerjaan

Proyek Tambal Sulam Jalan di Binjai Disorot Usai Kecelakaan, Warga Pertanyakan Standar dan Kecepatan Pengerjaan

BINJAI — Proyek tambal sulam jalan yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Binjai menjadi sorotan setelah terjadi kecelakaan di salah satu ruas jalan utama. Insiden ini memunculkan pertanyaan warga terkait standar pelaksanaan, pengamanan lokasi, serta kecepatan penanganan pekerjaan.

Kecelakaan dilaporkan terjadi di Jalan Amir Hamzah. Seorang pengendara terjatuh dan diduga berupaya menghindari lubang bekas pengerukan yang belum ditutup. Kondisi tersebut dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama jika lubang dibiarkan terbuka tanpa pengamanan yang memadai.

Seorang warga yang merekam kejadian tersebut dan mengunggahnya ke media sosial menyampaikan keberatan atas kondisi pengerjaan di lapangan. “Seharusnya setelah dikeruk langsung ditutup. Jangan dibiarkan berhari-hari sampai makan korban,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pengguna jalan lainnya. Lubang-lubang yang masih terbuka dinilai bukan sekadar kendala teknis, melainkan berpotensi menunjukkan kelalaian apabila tidak disertai langkah keselamatan yang cukup.

Menanggapi pekerjaan tersebut, pihak Dinas PUTR Kota Binjai menyatakan proyek masih berjalan. “Pekerjaan sedang kita laksanakan, saat ini masih tahapan cutting di beberapa lokasi,” ujarnya singkat.

Proyek tambal sulam tidak hanya dilakukan di Jalan Amir Hamzah. Sejumlah ruas lain juga masuk dalam daftar pekerjaan, antara lain Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Anggrek, Jalan Imam Bonjol, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Juanda.

Anggaran yang disebutkan untuk pekerjaan ini mencapai Rp400 juta. Selain itu, terdapat tambahan alokasi pemeliharaan jalan pada tahun 2026 sebesar Rp1,2 miliar.