PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) meraih penghargaan Bronze Winner pada ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2026 untuk kategori Laporan Tahunan. Penghargaan tersebut diumumkan dalam penyelenggaraan PRIA 2026 di Yogyakarta, Kamis (13/2).
Apresiasi itu diberikan setelah Laporan Tahunan Perusahaan Tahun Buku 2025 milik TPS melewati proses asesmen. Penilaian meliputi penataan ulang alur cerita (storyline) kinerja, disiplin pengelolaan data, hingga pembaruan desain visual informasi agar lebih informatif dan mudah ditelusuri.
Sekretaris Perusahaan PT TPS, Erika A. Palupi, menyebut penghargaan tersebut sebagai validasi atas proses pembelajaran yang dilakukan perusahaan secara berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya penyajian data kinerja yang akurat, dapat ditelusuri, dan mudah dipahami pemangku kepentingan.
“Kami berupaya memastikan bahwa setiap data kinerja tersaji dengan akurat, dapat ditelusuri, dan mudah dipahami pemangku kepentingan. Transparansi adalah bagian penting dalam membangun kepercayaan,” ujar Erika.
Menurut Erika, capaian itu merupakan hasil komitmen TPS untuk terus meningkatkan pengetahuan, kapasitas, dan kompetensi dalam penyusunan laporan, mulai dari narasi hingga standardisasi visualisasi.
Berdasarkan kriteria resmi PRIA 2026, penilaian kategori Laporan Tahunan mencakup desain laporan, pesan utama jajaran direksi, penggunaan bahasa, serta aspek peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Masing-masing aspek memiliki bobot penilaian 25 persen.
Dalam laporannya, TPS disebut melakukan penyempurnaan desain berbasis navigasi data untuk memudahkan penelusuran indikator kinerja utama, meliputi aspek operasional, finansial, serta lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG). Selain itu, pesan strategis direksi dinilai menautkan transformasi operasional dengan nilai bagi pelanggan dan ekosistem logistik.
Dewan Juri Kategori Laporan Tahunan, Verlyana Hitipeuw, menyoroti tiga keunggulan utama laporan TPS. Menurutnya, laporan tersebut menampilkan kohesi antara strategi, kinerja, dan risiko dalam satu alur narasi yang padu; metodologi pengukuran yang eksplisit dengan rujukan sumber data yang jelas pada setiap klaim kinerja; serta adanya bab “perbaikan berkelanjutan” yang terukur.
“Pada kategori Laporan Tahunan, kami menilai tidak hanya kemasan visual, tetapi juga keterpaduan pesan strategis, kejelasan metode pengukuran, serta perbaikan nyata dari tahun ke tahun. TPS menonjol pada konsistensi narasi strategi-kinerja dan upaya memperkuat akuntabilitas data, sehingga memudahkan pemangku kepentingan memahami nilai yang diciptakan,” kata Verlyana.
Selain aspek laporan, TPS juga disebut menunjukkan komitmen peningkatan kapasitas melalui partisipasi dalam berbagai sesi penguatan kompetensi, termasuk lokakarya manajemen krisis dan Strategic PR yang menekankan pergeseran narasi searah menuju ko-kreasi bersama pemangku kepentingan.
Erika menyampaikan keterlibatan dalam ekosistem pembelajaran tersebut berdampak besar bagi perusahaan. “Dengan mengikuti ekosistem pembelajaran PRIA, konferensi, lokakarya, dan penjurian, kami bukan sekadar mengirimkan dokumen. Kami menyerap praktik terbaik, membangun tolok ukur internal, lalu mengintegrasikannya ke dalam proses penyusunan laporan tahunan kami,” ujarnya.

