Jakarta — Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, Rivqy Abdul Halim, mengingatkan agar proses rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dilakukan secara transparan dan berbasis merit system. Ia menekankan seleksi harus mengutamakan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil, tanpa praktik titipan maupun intervensi pihak tertentu.
Politikus yang akrab disapa Gus Rivqy itu menyebut posisi manajer Kopdes bersifat strategis karena berperan langsung dalam pengelolaan koperasi di tingkat desa. Karena itu, jabatan tersebut dinilai perlu diisi oleh individu yang memiliki pengalaman dan pemahaman memadai terkait tata kelola koperasi.
“Manajer Kopdes harus paham tata kelola koperasi. Kalau tidak punya pengalaman, akan sulit menjalankan operasional secara efektif,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Jumat (18/4/2026).
Selain kompetensi, Rivqy juga menyoroti aspek integritas. Menurutnya, pengelolaan keuangan koperasi membutuhkan kejujuran dan tanggung jawab tinggi agar tidak terjadi penyimpangan. Ia mengingatkan, lemahnya integritas dapat berujung pada masalah serius bagi koperasi.
Lebih lanjut, Rivqy menegaskan program Kopdes Merah Putih merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga perlu dipersiapkan secara matang, termasuk dari sisi sumber daya manusia.
Sementara itu, pemerintah melalui panitia seleksi nasional telah membuka rekrutmen tahap pertama untuk 30.000 manajer Kopdes Merah Putih. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan seleksi dilakukan secara terbuka, transparan, dan tanpa pungutan biaya.
Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan, dengan batas usia maksimal 35 tahun serta IPK minimal 2,75. Pendaftaran berlangsung hingga 24 April 2026 melalui kanal resmi pemerintah.
Zulkifli menjelaskan, peserta yang lolos seleksi akan bekerja di bawah naungan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun, sebelum nantinya diserahkan ke koperasi desa.
Pemerintah menargetkan pembentukan 30.000 unit Kopdes Merah Putih rampung pada Juni hingga Juli 2026. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui penguatan kelembagaan koperasi.

