Rumor baru kembali mengguncang Teheran. Setelah kabar wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang disebut terjadi akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel akhir pekan lalu, kini beredar klaim bahwa sosok yang ditunjuk sebagai pengganti sementara, Alireza Arafi, juga tewas dalam serangan udara hanya beberapa jam setelah penunjukannya.
Informasi tersebut pertama kali menyebar luas di media sosial dan sejumlah laporan media Israel. Namun hingga Senin (2/3), belum ada konfirmasi resmi dari otoritas pemerintah Iran maupun kantor berita internasional arus utama terkait kebenaran kabar itu. Karena itu, status Arafi masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Situasi ini mengingatkan pada kekacauan informasi ketika kabar kematian Khamenei pertama kali mencuat. Saat itu, klaim awal disebut berasal dari otoritas Israel sebelum kemudian diakui oleh pejabat Iran. Pola penyebaran informasi yang serupa membuat publik internasional kini cenderung lebih berhati-hati menyikapi laporan terbaru terkait Arafi.
Arafi disebut diangkat sebagai bagian dari kepemimpinan sementara pada hari yang sama ketika Khamenei dilaporkan wafat akibat serangan udara di Teheran. Ulama senior yang lama berada di lingkaran elite keagamaan dan politik Iran itu dikenal sebagai figur internal yang loyal serta memiliki pengaruh di kalangan ulama.
Namun belum genap dua hari sejak penunjukan tersebut, muncul klaim tak terverifikasi yang menyebut Arafi menjadi korban dalam gelombang serangan lanjutan. Jika kabar itu terbukti benar, situasi ini berpotensi memperdalam ketidakpastian politik Iran di tengah konflik kawasan yang terus memanas.

