Tokoh Adat Dayak Meratus di Kalsel Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu Konflik di Media Sosial

Tokoh Adat Dayak Meratus di Kalsel Imbau Warga Tak Terprovokasi Isu Konflik di Media Sosial

KANDANGAN — Ketua Kerukunan Suku Dayak Meratus Provinsi Kalimantan Selatan, Kapau F, mengimbau masyarakat adat Dayak Meratus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), khususnya kawasan Pegunungan Meratus, agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang beredar di media sosial.

Kapau F menyampaikan, belakangan muncul cukup banyak pemberitaan maupun informasi terkait konflik antara masyarakat dengan pihak lain di sejumlah daerah. Ia meminta warga Dayak Meratus di wilayah HSS menyikapi hal tersebut secara bijak dan tidak terbawa suasana.

Menurutnya, komunikasi dengan masyarakat terus dilakukan bersama para tokoh adat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban. “Kami selalu mengingatkan warga agar tetap menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang beredar, terutama yang terjadi di luar daerah,” ujarnya.

Ia menuturkan, imbauan itu rutin disampaikan melalui berbagai kegiatan adat maupun pertemuan masyarakat di sejumlah desa di kawasan Pegunungan Meratus, termasuk wilayah Loksado dan sekitarnya.

Kapau F menilai sikap bijak masyarakat penting untuk menjaga stabilitas sosial. Dengan mengedepankan nilai-nilai adat dan musyawarah, ia berharap setiap persoalan dapat disikapi secara tenang tanpa memunculkan konflik baru.

Selain itu, ia menyoroti peran aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap kondusif. Ia berharap aparat dapat menjalankan tugas secara objektif dan tidak memihak dalam setiap persoalan yang melibatkan masyarakat.

“Aparat memiliki peran penting sebagai penengah. Kami berharap mereka dapat menjadi mediator yang mampu menjembatani komunikasi antara pihak-pihak yang berselisih sehingga persoalan dapat diselesaikan melalui dialog,” katanya.

Di sisi lain, Kapau F juga menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat adat Dayak Meratus kepada pemerintah daerah. Salah satunya terkait dukungan penguatan kelembagaan adat serta pelestarian budaya.

Ia berharap pemerintah dapat membantu pembangunan Balai Adat Dayak Meratus Borneo di Provinsi Kalimantan Selatan yang direncanakan menjadi pusat kegiatan adat, tempat musyawarah, sekaligus sarana pembinaan masyarakat adat.

Selain itu, ia mengharapkan dukungan anggaran untuk pembinaan organisasi lembaga adat agar dapat menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat secara lebih maksimal. Ia juga meminta perhatian pemerintah terhadap pengembangan seni dan budaya Dayak Meratus yang selama ini kerap ditampilkan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun pelaksanaan ritual adat.

Kapau F turut mengusulkan bantuan sarana transportasi bagi pengurus lembaga adat guna mendukung mobilitas dalam koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat adat, khususnya di wilayah Pegunungan Meratus.

“Kami berharap pemerintah daerah dapat terus mendukung masyarakat adat Dayak Meratus, baik dalam penguatan lembaga adat maupun pelestarian budaya. Dukungan tersebut sangat penting agar adat dan budaya tetap terjaga,” tutupnya.