UNJ dan AP3KnI Soroti Lima Kompetensi untuk Pendidikan Kewarganegaraan Masa Depan

UNJ dan AP3KnI Soroti Lima Kompetensi untuk Pendidikan Kewarganegaraan Masa Depan

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama AP3KnI menekankan pentingnya penguatan Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) melalui pengembangan kompetensi yang relevan dengan tantangan masa depan. Dalam pemaparannya, Prof. Komarudin mengusulkan lima kompetensi yang dinilai perlu diperoleh dalam Pendidikan Kewarganegaraan masa depan.

Lima kompetensi tersebut mencakup kompetensi rohani, spasial dan nasionalisme, digital, hukum, serta ekologis. Prof. Komarudin menyatakan kelima kompetensi itu penting untuk menciptakan dan menumbuhkan kemandirian Pendidikan Kewarganegaraan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Sejumlah pembicara kunci turut menyampaikan perspektif terkait kebijakan dan arah pengembangan pendidikan kewarganegaraan. Prof. Cecep Darmawan membahas materi berjudul “Trajectory of Pancasila and Civic Education: Perspectives On Educational Policy”. Sementara itu, Dr. Karena Menzie Ballantyne memaparkan “Global Citizenship Future Directions: Identifying The Alignment Between The National and The Global”.

Materi lain juga disampaikan oleh Prof. Frank Reichert melalui topik “Digital Citizenship and Online Teaching Environments”, Prof. Madya Nadarajan Thambu dengan “Contemporary Moral Pedagogy and Education”, serta Prof. Ian Davies yang membawakan “Fundamental Ideas and Perspectives on the Curriculum with Special Reference to Civic Education”.

Pada hari kedua The 5th ACEC, kegiatan dilanjutkan dengan sesi panel yang menghadirkan pembicara dari pimpinan AP3KnI yang mewakili wilayah Indonesia bagian Barat, Tengah, dan Timur. Panel tersebut di antaranya menghadirkan Prof. Rusli dari Universitas Syiah Kuala Aceh dan Prof. Maria Montessori dari Universitas Negeri Padang.

Selain itu, turut menjadi pembicara Prof. Tjipto Sumadi dari UNJ, Prof. Hasnawi Haris dari Universitas Negeri Makasar, Dr. Harpani Maftuh dari Universitas Lambung Mangkurat, Dr. Eli Karliani dari Universitas Palangkaraya, Dr. Bernanda Meteray dari Universitas Cendrawasih, serta Prof. Murdiono dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Rangkaian acara juga mencakup sesi paralel, tempat para peserta berdiskusi dan mempresentasikan artikel mereka. Pada hari ketiga, agenda direncanakan meliputi workshop “New Project Citizen”, pertemuan tahunan forum PPK/PKN Indonesia, pertemuan besar AP3KnI, serta pemberian Nu’man Somantri Award.