Video Ceramah Jusuf Kalla Viral, Juru Bicara Tegaskan Bukan Menistakan Ajaran Kristen

Video Ceramah Jusuf Kalla Viral, Juru Bicara Tegaskan Bukan Menistakan Ajaran Kristen

Potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), yang disampaikan di lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, viral di media sosial dan memicu tuduhan bahwa ia menistakan ajaran Kekristenan. Sejumlah unggahan di Instagram menarasikan JK memfitnah karena menyebut istilah “mati syahid” digunakan oleh pihak Islam dan Kristen dalam konflik Poso dan Ambon.

Dalam potongan video yang beredar, JK terdengar mengatakan bahwa konflik seperti di Poso dan Ambon sulit dihentikan karena “kedua-duanya Islam dan Kristen berpendapat mati atau menewaskan orang atau mematikan itu syahid.” Ia juga menyebut keyakinan sebagian pihak saat konflik berlangsung: “Kalau saya bunuh orang Islam, saya syahid. Kalau saya mati pun saya syahid.”

Sejumlah akun kemudian menambahkan klaim bahwa pernyataan itu bohong dengan alasan “Kristen tidak mengenal mati syahid untuk membunuh musuh,” merujuk pada ajaran kasih dalam Kekristenan. Namun, penelusuran terhadap konteks pernyataan tersebut menunjukkan narasi yang beredar merupakan hasil pemotongan konteks dari ceramah JK secara utuh.

Juru bicara JK, Husain Abdullah, menegaskan potongan video itu diambil dari ceramah JK di Masjid Kampus UGM pada Kamis (5/3/2026). Menurut Husain, dalam ceramah tersebut JK tidak membahas ajaran teologi agama, melainkan menggambarkan realitas sosiologis yang terjadi saat konflik komunal di Poso dan Ambon pada awal era reformasi.

“Yang disampaikan Pak JK adalah realitas di lapangan saat konflik pecah. Pada masa itu, memang ada kelompok dari kedua pihak yang sama-sama menyerukan perang suci dan mengklaim bahwa membunuh lawan atau mati dalam konflik adalah syahid. Itu fakta sejarah dari konflik bernuansa SARA, bukan pendapat pribadi Pak JK,” kata Husain di Jakarta, Sabtu (10/4).

Husain menyatakan, gambaran tersebut dapat dikonfirmasi oleh banyak tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian konflik Poso dan Ambon. Ia juga menekankan bahwa ceramah JK justru dimaksudkan untuk membongkar dan meluruskan pemahaman keliru yang berkembang di tengah kelompok yang bertikai kala itu, sebagai bagian dari upaya mendorong perdamaian melalui Deklarasi Malino pada 2002.