Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan yang mampu menghadirkan kebijakan berdampak nyata bagi kepedulian sosial. Menurutnya, tokoh perempuan perlu mengambil peran aktif dalam mendorong kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada tata kelola, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026, Dyah Roro menyampaikan Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, terutama selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Ia mengatakan pemerintah melakukan pemantauan harga secara berkala untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
“Kementerian Perdagangan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok, khususnya saat Ramadan dan menjelang Idulfitri. Selain itu, kita perlu menghadirkan kepedulian sosial bagi saudara yang membutuhkan agar dapat menjalani Ramadan dengan suka cita,” ujarnya.
Dyah Roro juga menyebut pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha ritel untuk menghadirkan berbagai program diskon belanja. Ia menilai langkah tersebut sebagai strategi agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan harian dengan harga yang lebih hemat.
Ia menambahkan, kegiatan sosial mencerminkan nilai kepemimpinan yang mengedepankan empati. Dyah Roro menilai kontribusi pemimpin perempuan di berbagai kementerian memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa.
“Negara ini membutuhkan sosok-sosok perempuan yang hebat seperti ibu-Ibu sekalian. Kontribusi dan kerja keras yang dilakukan tidak hanya berarti bagi keluarga, tetapi juga bagi bangsa dan negara,” kata Dyah Roro.
Sementara itu, Ketua Presidium Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia Fajarini Puntodewi mengatakan organisasi tersebut menjadi wadah kolaborasi para pimpinan tinggi perempuan. Ia menyebut jumlah anggotanya saat ini telah mencapai lebih dari 200 orang.
Puntodewi menyampaikan Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia berkomitmen memberi kontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat. Dalam program bantuan sosial, bantuan akan disalurkan kepada 17 yayasan di berbagai wilayah Indonesia, mencakup Jabodetabek, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.
“Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan ini menjadi momentum berbagi dalam semangat kepedulian dan kebersamaan,” ujar Puntodewi.
Pengurus Yayasan Al Kahfi, Irfan Arifin, menyampaikan apresiasi atas perhatian para pemimpin perempuan. Ia menilai bantuan tersebut berarti bagi perkembangan lembaga sosial dan masyarakat yang membutuhkan, sekaligus berharap Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia konsisten memperluas manfaat kegiatan serupa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia yang telah mengundang kami dalam kegiatan ini. Kami berharap Ikatan PIMTI Perempuan Indonesia makin berkembang, solid, dan terus menyebarkan kebaikan kepada masyarakat,” ujar Irfan.

