Vokalis The Jeblogs, Amirul Muttaqin, menyebut kesadaran atau awareness sebagai salah satu elemen penting dalam proses kreatifnya menulis lagu. Hal itu ia sampaikan dalam acara Gaspol Goes to Campus yang digelar di Aula FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah, Selasa (24/2/2026).
Amir menjelaskan, lirik-lirik yang ia tulis kerap berangkat dari kesadaran terhadap diri sendiri dan situasi di sekelilingnya. Ia mencontohkan lagu The Jeblogs berjudul “Bonjour” yang memuat lirik, “Lampu kota yang remang/ Sinarnya terangi kesepian”.
Menurut Amir, lirik tersebut ditulis berdasarkan pengalamannya saat berkendara di Jalan Slamet Riyadi, Solo, pada tengah malam. “Waktu itu kebetulan aku juga kesepian, dan mengakui itu kan berarti aku aware dengan diriku,” kata Amir.
Ia melanjutkan, kesadaran itu tidak hanya muncul pada perasaan pribadi, tetapi juga pada suasana ruang yang ia alami. “Dan ternyata, situasi ruang di mana aku berada itu juga sedang sepi. Jadi, aku aware dengan diriku, aku aware dengan di mana aku berada,” tuturnya.
Dalam sesi tanya jawab, Amir juga merespons pertanyaan mahasiswa mengenai cara The Jeblogs menanggapi keresahan masyarakat terkait kondisi negara saat ini. Ia mengatakan, proses penulisan lagu membutuhkan waktu pemeraman yang tidak sebentar.
Karena itu, ketika terjadi suatu peristiwa yang menjadi keresahan bersama, belum tentu The Jeblogs akan langsung merilis lagu sebagai respons. Meski demikian, Amir menyebut ia tetap berupaya merespons situasi melalui cara lain, misalnya lewat visual yang ditampilkan saat manggung.
“Kalau di lagu ada juga, tapi biasanya isu yang lebih timeless, misalnya lingkungan,” ujar Amir.
Gaspol Goes to Campus di UNS merupakan kolaborasi Kompas.com dengan UNS. Selain sesi live podcast, acara ini juga menghadirkan tiga kelas pelatihan yang dapat diikuti secara gratis.
Kelas pertama, The Producer's Lab, dibawakan oleh Tatang Guritno selaku host Gaspol Podcast, yang membahas kiat produksi program YouTube. Kelas kedua, The Social Strategist, dipandu Content Marketing Manager Kompas.com Luthfi Kurniawan dengan materi pembentukan personal branding. Sementara kelas ketiga bertajuk Critical Digital Literacy, dipandu Editor Cek Fakta Kompas.com Bayu Galih Wibisono, yang membahas disinformasi berbasis Artificial Intelligence (AI) serta cara mengatasinya.

