Penulis asal Kabupaten Rembang, Ayu Lestari, merilis buku kumpulan esai berjudul Laboratorium Seribu Tanya. Buku setebal 121 halaman ini memuat beragam topik, mulai dari psikologi, politik, hingga budaya, yang dibingkai melalui pembahasan persoalan-persoalan dasar sampai isu yang dinilai mengakar di masyarakat.
Ayu mengungkapkan, ia sempat merasa kurang percaya diri untuk menuntaskan naskah tersebut. Namun, kesempatan untuk menerbitkan karya datang setelah ia memenangkan lomba menulis artikel di penerbit Diandra. Hadiah kemenangan berupa voucher kemudian dimanfaatkan untuk menerbitkan naskah yang telah ia siapkan.
Dalam buku ini, Ayu menuangkan gagasannya melalui esai-esai yang menyoroti berbagai permasalahan, seperti bullying, kendala yang dihadapi anak pertama, hingga fenomena gaji di bawah UMR. Ia juga menyertakan rangkuman referensi dari jurnal ilmiah untuk memperkuat pembahasannya.
Ayu menyebut Laboratorium Seribu Tanya terdiri dari lima bab. Setiap bab dilengkapi sumber-sumber ilmiah yang ia cari sendiri, termasuk jurnal dan data yang ia anggap valid, agar tulisan tidak hanya berangkat dari asumsi pribadi. Menurutnya, proses tersebut menjadi salah satu tahapan yang cukup menantang.
Bagi Ayu, kumpulan esai itu juga menjadi bahan renungan bagi dirinya. Ia berharap pembaca dapat memahami kegelisahan yang ia tuangkan sekaligus memperoleh inspirasi dari tulisan-tulisan yang telah ia simpan selama berbulan-bulan.
Dengan nama pena Lestari Sastra, Ayu berharap bukunya dapat memberi pengaruh positif. Ia juga telah menggelar acara bedah buku bersama Duta Literasi Kabupaten Rembang, Wahyu Trisna Augischa.

