BGN Klarifikasi Pengadaan Motor Listrik untuk Operasional Program MBG, Bantah Klaim 70 Ribu Unit

BGN Klarifikasi Pengadaan Motor Listrik untuk Operasional Program MBG, Bantah Klaim 70 Ribu Unit

Video yang menampilkan deretan motor listrik berlogo BGN viral di media sosial. Dalam narasi yang menyertai unggahan, kendaraan itu disebut akan digunakan untuk mendukung operasional program MBG.

Sejumlah unggahan di platform X turut memunculkan pertanyaan dan kritik, termasuk soal prioritas belanja negara. Ada pula pengunggah yang mempertanyakan nasib guru honorer karena dinilai diabaikan, serta kekhawatiran terkait kemungkinan adanya proyek lanjutan.

Di sisi lain, data pengadaan 2025 yang dipublikasikan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah mencatat Badan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun untuk pembelian sepeda motor listrik, di luar ongkos kirim. Pengadaan disebut dilakukan melalui e-Katalog 6.0 dari Yasa Artha Trimanunggal yang menawarkan produk Emmo Mobility.

Berdasarkan informasi yang tercantum di akun Instagram emmo.mobility, alamat kantor berada di Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan alamat yang sama seperti PT Kaisar Motorindo Industri.

Kepala BGN Dadan Hindayana kemudian memberikan klarifikasi terkait pengadaan tersebut. Ia menyatakan motor listrik itu merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025 dan ditujukan untuk mendukung operasional Program MBG, khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Dadan juga menegaskan kendaraan tersebut belum didistribusikan karena masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN). “Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” katanya.

Terkait narasi yang menyebut pengadaan mencapai 70 ribu unit, Dadan membantah informasi tersebut. Ia menyatakan realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan pada 2025.

“Informasi 70 ribu unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25 ribu unit yang dipesan pada 2025,” kata Dadan.

Menurutnya, pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelaksanaan Program MBG dapat berjalan di seluruh Indonesia.