MUARA TEWEH — Pemerintah Kabupaten Barito Utara memasuki tahun anggaran 2026 dengan menekankan tata kelola pembangunan infrastruktur yang bersih, transparan, dan akuntabel. Komitmen itu disampaikan Bupati Barito Utara H. Shalahuddin saat meresmikan proyek perluasan ruas jalan di Muara Teweh, Rabu (18/2).
Shalahuddin menyoroti besarnya anggaran daerah yang dikelola pada 2026, yakni Rp3,2 triliun. Menurutnya, besaran anggaran yang disebut sebagai yang tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah itu harus dibarengi pengawasan ketat agar tidak membuka ruang bagi praktik menyimpang.
“Kami sadar, anggaran besar membawa konsekuensi besar pula terhadap tuntutan akuntabilitas. Karena itu, sejak awal seluruh proses kami kawal dengan pendampingan aparat pengawas,” kata Shalahuddin.
Ia menegaskan seluruh pelaksana teknis di lapangan wajib bekerja sesuai regulasi yang berlaku dan tidak melakukan penafsiran yang dapat berujung pada pelanggaran hukum. Untuk memastikan hal tersebut, Pemkab Barito Utara menggandeng Kejaksaan Negeri Barito Utara sebagai mitra pengawasan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan proyek.
Shalahuddin juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar perkembangan pekerjaan dapat diakses dan dipantau secara terbuka. “Kami ingin progres proyek bisa diakses dan dipantau secara terbuka. Transparansi ini menjadi benteng agar tidak ada ruang permainan di luar prosedur,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan pesan yang diterimanya dari mantan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. Pesan tersebut, menurut Shalahuddin, menjadi pengingat tentang amanah jabatan publik untuk bekerja sungguh-sungguh dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat.
Selain kepada aparatur pemerintah, Shalahuddin juga menyampaikan peringatan kepada kontraktor dan pekerja proyek. Ia menegaskan tidak boleh ada upaya mengambil keuntungan di luar ketentuan maupun ikut campur dalam hal yang bukan kewenangannya. “Kalau rezeki halal, pasti sampai tanpa perlu jalan pintas. Fokus saja bekerja sesuai porsi masing-masing. Jangan ada cawe-cawe yang tidak pada tempatnya,” katanya.

