KUALA KURUN — Pemerintah Kabupaten Gunung Mas memulai pembangunan Gereja Baru Getsemani Majelis Jemaat GKE Sion yang ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama di Jalan Brigjend Katamso, Minggu (1/3/2026) siang. Suasana sukacita mewarnai kegiatan yang dihadiri ratusan jemaat.
Peletakan batu pertama dilakukan Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, didampingi Wakil Bupati Efrensia L.P. Umbing dan suami D.K. Mandarana. Turut hadir Ketua TP PKK Ny. Mimie Mariatie Jaya Samaya Monong, Dandim 1018/Gumas Letkol Inf Akhmad Rahmatullah, perwakilan Polres Gunung Mas, Ketua Resort GKE Kuala Kurun, Ketua MPH GKE Sion, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), panitia pembangunan, serta jemaat.
Dalam sambutannya sebelum peletakan batu pertama, Bupati Jaya menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana pembangunan dan kebersamaan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, dua hal tersebut menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Transparansi adalah kunci kepercayaan. Kebersamaan adalah kekuatan utama. Jika dua hal ini dijaga, saya yakin pembangunan Gereja Gersemani ini khususnya, dan pembangunan rumah ibadah lainnya di Kabupaten Gunung Mas akan berjalan lancar dan selesai tepat waktu,” tegas Jaya.
Ia juga menekankan bahwa rumah ibadah bukan semata bangunan fisik, melainkan pusat pembinaan moral, spiritual, dan karakter jemaat. Karena itu, ia mengajak panitia pembangunan dan jemaat untuk bergotong royong, saling mendukung, serta menghindari perpecahan selama proses pembangunan.
“Gereja baru Gersemani majelis jemaat GKE Sion nantinya menjadi tempat yang meneduhkan dan menghadirkan damai, memperkuat iman, serta menjadi simbol persatuan dan kebersamaan bagi seluruh umat,” kata Jaya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Baru Getsemani Harpaseno yang juga Kepala DPMPTSP Gunung Mas menyampaikan bahwa pembangunan gereja tersebut merupakan jawaban atas doa dan harapan jemaat yang telah lama menginginkan tempat ibadah lebih luas dan nyaman.
“Pembangunan gereja Getsemani telah lama menjadi kerinduan jemaat GKE Sion, agar dapat menampung jemaat yang semakin bertambah dan mendukung pelayanan yang lebih optimal,” ujarnya.
Harpaseno menjelaskan, gereja baru dirancang dengan luas bangunan 946 meter persegi dan terdiri dari dua lantai. Desain tersebut disebut dipersiapkan untuk kebutuhan pelayanan jangka panjang sekaligus mengakomodasi pertumbuhan jemaat.
Dari sisi pembiayaan, panitia memperkirakan total kebutuhan anggaran pembangunan mencapai Rp 6,2 miliar. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun dari donatur dan jemaat tercatat sebesar Rp 606.800.000.
Panitia menargetkan pembangunan gereja rampung dalam lima tahun. Namun, Bupati Jaya menyampaikan harapan agar pembangunan dapat selesai lebih cepat dengan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat.

