Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub menyoroti lemahnya advokasi sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terhadap isu sosial yang dinilai terus meningkat. Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) V Tim Penggerak PKK Kabupaten Halmahera Timur, Selasa (9/12/2025).
Menurut Ubaid, beberapa program penting nyaris tidak mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Ia menilai perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap kinerja perangkat daerah, terutama dalam hal pelayanan kepada masyarakat.
Ubaid juga menekankan bahwa grafik kasus pelecehan seksual disebut mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Namun, ia menilai SKPD terkait belum melakukan advokasi secara masif. Minimnya advokasi tersebut, menurutnya, membuat masyarakat kurang mendapatkan edukasi mengenai pencegahan kekerasan seksual, sehingga dapat memperburuk kerentanan kelompok rentan.
Di sisi lain, Ubaid mengapresiasi langkah PKK yang dinilai lebih aktif menjalankan program pencegahan kekerasan. Ia menyebut PKK menggandeng kepolisian dan puskesmas untuk melakukan sosialisasi serta pendampingan.
Menurutnya, PKK dapat bergerak lebih cepat karena memiliki struktur hingga tingkat bawah, sehingga pesan-pesan edukasi lebih mudah diterima masyarakat secara menyeluruh. Ia menilai komitmen tersebut lahir dari dedikasi tinggi terhadap perlindungan masyarakat.
Selain isu kekerasan, Ubaid meminta PKK terus memperkuat program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Ia menilai program yang membumi akan lebih mudah dilaksanakan dan dapat memberikan dampak berkelanjutan.

