Sebuah artikel yang beredar di media sosial mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid menjelang Lebaran karena takut radikalisme. Setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak sesuai dengan isi artikel yang sebenarnya.
Hasil penelusuran menemukan adanya artikel yang identik dengan unggahan yang beredar, termasuk penggunaan foto dan tanggal yang sama. Artikel tersebut diketahui berasal dari Gelora.co.
Namun, judul dan isi artikel aslinya berbeda. Artikel yang dimaksud berjudul "Prabowo Dinilai Antikritik, Kebebasan Berpendapat di Indonesia Semakin Muram". Dalam artikel itu tidak terdapat pembahasan mengenai permintaan Presiden Prabowo kepada polisi untuk menutup masjid menjelang Lebaran.
Artikel asli justru memuat pembahasan terkait pernyataan Koalisi Masyarakat Sipil setelah peristiwa serangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Dengan demikian, narasi yang menyebut Presiden Prabowo meminta penutupan semua masjid menjelang Lebaran dinyatakan sebagai hoaks karena tidak didukung oleh isi artikel yang dirujuk dalam unggahan tersebut.

