Sebuah gambar yang menampilkan awan jamur berwarna oranye membumbung tinggi di area perkotaan ramai gedung bertingkat beredar di media sosial. Unggahan itu disertai klaim bahwa gambar tersebut menunjukkan dampak ledakan bom nuklir yang dijatuhkan Iran di wilayah Amerika Serikat.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan klaim tersebut tidak benar. Tidak ditemukan bukti bahwa Iran menjatuhkan bom nuklir di AS. Dalam penelusuran itu disebutkan bahwa serangan balasan Iran terhadap AS menargetkan aset-aset strategis yang berada di kawasan Teluk Persia.
Selain itu, gambar yang beredar dinilai tidak berkaitan dengan peristiwa di AS. Visual serupa ditemukan dalam sebuah video YouTube yang diunggah i24NEWS Francais pada 23 Juli 2025. Video tersebut melaporkan sejumlah ledakan di Iran pada Juli 2025, yang terjadi di berbagai lokasi, termasuk kompleks perumahan, kilang minyak, jalan dekat bandara utama, dan pabrik sepatu.
Dalam laporan tersebut, tiga pejabat senior Iran—termasuk seorang anggota Garda Revolusi—menyatakan keyakinan bahwa sebagian insiden ledakan itu merupakan akibat operasi sabotase. Kecurigaan terutama diarahkan kepada Israel, mengingat adanya riwayat operasi rahasia Israel di Iran, termasuk ledakan dan pembunuhan yang ditargetkan.
Dengan demikian, klaim yang menyebut gambar itu sebagai bukti ledakan bom nuklir Iran di Amerika Serikat dinyatakan hoaks. Gambar yang beredar lebih sesuai dengan visual dari pemberitaan ledakan misterius di Iran pada Juli 2025.

