Sebuah video yang beredar di media sosial TikTok memuat klaim bahwa vaksin Human Papillomavirus (HPV) gratis merupakan program genosida pemerintah. Unggahan itu disertai narasi “H4T1 H4T1 P3MBUNUH4N M4SS4L BERK3D0K V4KSIN4S1 IMUN1S4S1”.
Berdasarkan penelusuran, klaim tersebut tidak benar. Informasi yang dirujuk dalam klarifikasi menyebutkan bahwa vaksin HPV diberikan secara gratis dan dinilai penting untuk melindungi anak perempuan dari kanker serviks atau kanker leher rahim.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, menjelaskan bahwa perlindungan melalui vaksin HPV diperlukan karena tingkat kematian akibat kanker serviks disebut mencapai 50%. Salah satu penyebabnya, pasien yang terinfeksi kerap datang berobat ketika kondisi sudah terlambat sehingga biaya pengobatan menjadi sangat mahal.
Karena itu, Kementerian Kesehatan melakukan perluasan imunisasi vaksin HPV secara nasional. Imunisasi disebut sebagai upaya yang paling murah untuk mencegah risiko penyakit tersebut.
Dengan demikian, klaim yang menyebut vaksin HPV gratis sebagai program genosida pemerintah dikategorikan sebagai hoaks.
Sumber: infopublik.id

