Sebuah unggahan yang ramai beredar di media sosial menampilkan narasi seolah-olah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegur orang Indonesia karena dianggap mendukung Iran. Dalam unggahan itu, Trump juga disebut membawa isu perbedaan Sunni dan Syiah, serta menilai dukungan tersebut sebagai bentuk kemunafikan.
Unggahan yang beredar menampilkan teks yang diklaim sebagai pernyataan Trump di platform Truth Social. Isinya menyebut mayoritas masyarakat Indonesia beraliran Sunni, lalu mempertanyakan mengapa kini mendukung “rezim Syiah di Iran” hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika Serikat.
Namun, berdasarkan penelusuran di akun Truth Social milik Trump, tidak ditemukan unggahan yang memuat pernyataan seperti yang beredar tersebut. Tidak ada cuitan Trump yang menyinggung Indonesia, mayoritas Sunni, ataupun dukungan terhadap Iran dalam bentuk sebagaimana diklaim di media sosial.
Adapun unggahan Trump yang ditemukan justru membahas sikap Amerika Serikat terkait Iran. Dalam unggahan terakhirnya, Trump menyatakan kekuatan militer AS akan tetap siaga di sekitar Iran sampai kesepakatan benar-benar dipatuhi sepenuhnya. Ia juga menyebut, jika kesepakatan gagal, AS mengancam akan melanjutkan serangan dengan kekuatan yang jauh lebih besar.
Selain itu, Trump menegaskan AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir. Ia juga menyatakan pihaknya akan memastikan Selat Hormuz tetap terbuka dan aman, sembari menyebut militer AS sedang bersiap menunggu kemungkinan operasi berikutnya.
Dengan demikian, klaim bahwa Trump mengunggah pernyataan yang menyindir Indonesia karena mendukung Iran tidak terbukti berdasarkan penelusuran pada akun Truth Social miliknya.

