Sebuah video yang beredar di media sosial disertai narasi bahwa Pemerintah China ingin menjajah Indonesia dengan cara memindahkan warga negaranya ke sejumlah provinsi. Klaim itu menyebut pemindahan dilakukan dengan dalih penempatan tenaga kerja asing (TKA) di berbagai wilayah Indonesia.
Namun, hasil penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com menyimpulkan narasi tersebut tidak benar atau hoaks.
Video dengan narasi itu dibagikan oleh sebuah akun Facebook pada Rabu (25/2/2026). Dalam unggahan tersebut, narasi yang menyertai video menyatakan bahwa China akan “memperkuat kekuatan taipan etnis Cina” dan memindahkan warga China ke Indonesia dengan dalih sebagai TKA.
Berdasarkan penelusuran Kompas.com, video yang sama ditemukan di kanal YouTube IDX Channel dan diunggah pada 18 September 2023. Konten video tersebut bukan membahas pemindahan warga China ke Indonesia.
Dalam video itu, pejabat yang memberikan keterangan pers adalah Fu Linghua, juru bicara Biro Statistika Nasional China. Fu Linghua membahas kondisi perekonomian China serta stimulus pertumbuhan ekonomi dalam negeri pada 2023, dengan dana sekitar Rp 403 triliun.
Menurut penjelasan dalam video, langkah stimulus tersebut ditujukan untuk menambah likuiditas pasar dan membantu sejumlah bank agar dapat menstimulasi perekonomian yang sedang melambat. Fu Linghua juga menyampaikan data bahwa dalam delapan bulan pertama, total penjualan ritel barang konsumsi meningkat 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, serta menyebut stabilitas lapangan kerja dan peningkatan kinerja perusahaan sebagai faktor yang diharapkan mendukung pendapatan dan konsumsi penduduk.
Dengan demikian, klaim bahwa Pemerintah China ingin memindahkan warganya untuk menjajah Indonesia tidak didukung isi video yang beredar. Video tersebut merupakan konferensi pers terkait stimulus ekonomi domestik China, bukan pernyataan tentang pemindahan warga negara ke Indonesia.

