Sebuah video yang beredar di media sosial sejak pertengahan Maret 2026 menampilkan tiga kapal terbakar di Selat Hormuz. Dalam unggahan yang menyertainya, sejumlah pengguna menyebut kapal tersebut merupakan kapal tanker milik Thailand yang dibom oleh Iran.
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut mengandung konten manipulatif. Video yang beredar tidak berasal dari peristiwa nyata, meskipun ada kejadian serangan di lokasi yang sama.
Salah satu unggahan di Instagram pada 19 Maret 2026 menuliskan klaim bahwa “kapal tanker milik Thailand Bangkok” dibom di Selat Hormuz oleh Iran. Selain itu, tangkapan layar dari video yang sama juga beredar di sejumlah akun Facebook dan Instagram.
Dalam penelusuran, disebutkan bahwa Iran memang mengonfirmasi telah menyerang tiga kapal berbendera Thailand di Selat Hormuz pada Maret 2026. Reuters melaporkan tiga awak kapal tewas akibat serangan tersebut, sementara 20 awak kapal diselamatkan oleh Angkatan Laut Oman.
Namun, Tim Cek Fakta Kompas.com menilai video dan tangkapan layar yang beredar bukan konten asli. Untuk memeriksa kemungkinan campur tangan kecerdasan buatan, digunakan alat pendeteksi seperti Hive Moderation. Hasil pemeriksaan menunjukkan video tersebut merupakan AI generatif dengan probabilitas 99,7 persen.
Dengan demikian, video dan tangkapan layar yang mengklaim memperlihatkan tiga kapal terbakar di Selat Hormuz merupakan konten manipulatif. Kejadian serangan terhadap tiga kapal berbendera Thailand memang dikonfirmasi, tetapi materi visual yang beredar tidak berasal dari rekaman autentik.

