Cek Fakta: Video Viral Bertema Ibu Tiri–Anak Tiri Disebut Bukan Terjadi di Indonesia, Ini Temuan Penelusurannya

Cek Fakta: Video Viral Bertema Ibu Tiri–Anak Tiri Disebut Bukan Terjadi di Indonesia, Ini Temuan Penelusurannya

Jagat media sosial kembali diramaikan klaim adanya video “Part 2” berdurasi sekitar tujuh menit yang disebut-sebut berlokasi di sebuah dapur dan dikaitkan dengan narasi hubungan terlarang antara sosok yang disebut sebagai ibu tiri dan anak tiri. Bersamaan dengan itu, beredar pula ajakan mencari tautan “full tanpa sensor”.

Namun, penelusuran terhadap detail visual yang beredar menunjukkan indikasi kuat bahwa video tersebut bukan terjadi di Indonesia. Narasi yang dilokalkan diduga digunakan sebagai umpan untuk memancing rasa penasaran sekaligus mendatangkan trafik.

Salah satu petunjuk yang disebut menonjol adalah kemunculan atribut produk asing. Pada salah satu fragmen, terlihat logo merek insektisida yang berasal dari Taiwan. Temuan ini bertentangan dengan klaim bahwa video direkam di wilayah Indonesia.

Selain itu, ditemukan diskontinuitas atau ketidakkonsistenan visual pada potongan-potongan klip yang beredar. Perubahan warna pakaian pemeran hingga detail latar yang tidak seragam mengindikasikan video tersebut diduga merupakan gabungan dari beberapa konten berbeda yang disatukan.

Di tengah maraknya pencarian tautan video, muncul pula peringatan keamanan digital. Fenomena video viral dengan narasi sensasional kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyebarkan tautan berbahaya. Masyarakat diminta tidak mudah tergoda mengklik tautan yang menjanjikan video asli karena berisiko mengarah pada upaya penipuan daring seperti phishing.

Di luar risiko siber, pencarian dan penyebaran konten asusila juga dapat berujung pada konsekuensi hukum. Pemerintah Indonesia melalui UU ITE, termasuk Pasal 27 ayat (1), mengatur pembatasan terkait distribusi konten bermuatan melanggar kesusilaan.

Dengan berbagai temuan tersebut, publik diimbau lebih berhati-hati menyikapi informasi yang beredar, tidak ikut menyebarkan potongan video maupun tautan mencurigakan, serta memeriksa kembali klaim lokasi dan konteks sebelum mempercayainya.