Sebuah video yang beredar di media sosial menampilkan barisan personel berseragam militer cokelat di kawasan bersemak, cuplikan kapal induk yang berlayar, serta adegan pendaratan pasukan di pantai. Video itu disertai teks, “Ketegangan meningkat, pasukan darat AS sudah tiba di perbatasan Pakistan-Iran.”
Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan klaim tersebut keliru. Verifikasi dilakukan melalui pencarian gambar terbalik serta pembandingan narasi unggahan dengan laporan media kredibel. Temuannya, video itu bukan dokumentasi pendaratan tentara Amerika Serikat di perbatasan Pakistan–Iran, melainkan rangkaian klip dari sumber dan waktu berbeda.
Klip pertama: beredar sebelum serangan 28 Februari 2026
Cuplikan awal yang memperlihatkan barisan prajurit di padang rumput telah beredar di TikTok akun @Zafar.khan0859 dan Instagram (akun bernama non-Latin) sejak pertengahan Januari 2026. Video itu beredar sebelum serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Sejumlah akun menyebut lokasi klip tersebut berada di Lembah Tirah, Provinsi Khyber, Pakistan, yang berbatasan dengan Afganistan. Namun, klaim lokasi itu belum terverifikasi.
Klip kedua: latihan militer Atlantic Alliance 2025
Cuplikan pada detik ke-22 teridentifikasi sebagai rekaman latihan militer Atlantic Alliance 2025. Merujuk laman Komando Inovasi Cadangan Angkatan Darat AS (USARIC) tertanggal 30 Juni 2025, latihan di pesisir timur Amerika Serikat itu bertujuan meningkatkan kapasitas prajurit dalam peperangan pantai terintegrasi.
Rekaman yang sama juga pernah beredar di Facebook pada 2024 dengan klaim palsu sebagai pendaratan tentara AS di Taiwan, sebagaimana pernah diverifikasi oleh pemeriksa fakta AFP.
Klip ketiga: unggahan Desember 2025
Cuplikan yang menampilkan kapal induk berlayar di laut diketahui pernah diunggah akun TikTok US.pilot.force pada 8 Desember 2025, sebelum perang Iran terjadi.
Konteks rencana serangan darat
Dalam perkembangan terkait, Donald Trump sempat mengancam serangan darat ke Iran dengan alasan membuka Selat Hormuz. Namun, menurut laporan ABC, Amerika Serikat kemudian mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan dan membuka wacana negosiasi.
Meski demikian, gencatan senjata disebut rapuh sejak hari pertama. Tempo juga melaporkan Israel kembali menyerang Lebanon pada Rabu, 8 April 2026, dengan dalih menggempur kelompok Hizbullah yang didukung Iran.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil verifikasi, narasi yang menyebut video tersebut sebagai bukti pergerakan militer Amerika Serikat untuk serangan darat ke Iran—termasuk klaim pasukan telah tiba di perbatasan Pakistan–Iran—dinyatakan keliru.

