Daftar Hoaks yang Mengaitkan Masjid, dari Klaim Penutupan hingga Video Natal di Istiqlal

Daftar Hoaks yang Mengaitkan Masjid, dari Klaim Penutupan hingga Video Natal di Istiqlal

Hoaks kerap dikaitkan dengan lokasi tertentu, termasuk tempat ibadah seperti masjid. Beragam narasi menyesatkan beredar di media sosial dengan tema yang berbeda-beda, mulai dari isu kebijakan pemerintah hingga potongan video yang diberi konteks keliru.

Berikut sejumlah hoaks yang dikaitkan dengan masjid dan sempat beredar di media sosial.

1. Klaim artikel Presiden Prabowo minta polisi menutup semua masjid jelang Lebaran

Di media sosial beredar unggahan yang menampilkan tangkapan layar artikel berjudul “Presiden Prabowo Meminta Polisi Tutup Semua Masjid Menjelang Lebaran Takut Terjadi Radikalisme”. Unggahan tersebut disebut beredar sejak beberapa waktu lalu, salah satunya diposting sebuah akun Facebook pada 18 Maret 2026.

Unggahan itu mengklaim Presiden Prabowo meminta polisi menutup semua masjid menjelang Lebaran karena takut terjadi radikalisme.

2. Klaim video perayaan Natal di dalam Masjid Istiqlal

Sebuah video juga beredar di media sosial dengan klaim adanya perayaan Natal di Masjid Istiqlal. Salah satu unggahan muncul di Facebook pada 29 Desember 2025.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah orang menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan mengenakan pakaian bernuansa merah putih. Video itu disertai narasi yang menyebut “Pertama kali Natal bersama dirayakan di Masjid Istiqlal...” serta tambahan komentar yang mempertanyakan mengapa perayaan dilakukan di Istiqlal.

3. Klaim artikel Menag Nasaruddin Umar menyebut uang zakat dan infak untuk masjid di IKN

Hoaks lain yang beredar berupa unggahan terkait Menteri Agama Nasaruddin Umar. Dalam unggahan yang disebut muncul di Facebook pada 27 Maret 2025, ditampilkan artikel berjudul “Menag Nazaruddin Umar Uang Zakat Uang Infak akan Digunakan Buat Masjid Di Ibukota baru IKN”.

Unggahan tersebut disertai narasi tambahan dari akun yang membagikannya.

Kanal cek fakta dan pelaporan informasi

Kanal Cek Fakta Liputan6.com dibuat pada 2018 dengan tujuan memberikan literasi media dan melawan hoaks. Sejak 2 Juli 2018, kanal ini bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN), menjadi partner Facebook, serta menjadi bagian dari inisiatif cekfakta.com.

Masyarakat yang memiliki informasi seputar hoaks dapat menyampaikan melalui email cekfakta.liputan6@kly.id atau menghubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.