Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melakukan evaluasi terhadap capaian kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan tidak ada selisih antara laporan administrasi dan kondisi riil di lapangan.
Evaluasi dilakukan melalui kegiatan monitoring yang berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan sejumlah perangkat daerah. Pemkot menilai sinkronisasi data penting agar laporan resmi pemerintah daerah tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan, Imam Gunadi, mengatakan secara umum perangkat daerah telah menjalankan program dan capaian kinerja dengan baik. Namun, masih ditemukan ketidaksesuaian dalam pengisian data pada laporan.
“Secara fakta di lapangan perangkat daerah sudah melaksanakan pencapaian kinerja dengan baik, cuma dalam pengisian datanya ada yang belum sempurna,” ujar Imam, Selasa (24/2/2026).
Menurut Imam, evaluasi tidak hanya berfokus pada angka capaian. Pemkot juga menelusuri penyebab ketika target tidak tercapai maupun saat capaian justru melebihi target yang ditetapkan.
“Kalau melebihi target itu kenapa, kalau kurang juga kenapa. Itu yang perlu kita sinkronkan hasilnya,” jelasnya.
Dalam proses tersebut, Pemkot menemukan anomali data yang diduga muncul akibat kesalahan pengisian persentase capaian. Bahkan, terdapat OPD yang melaporkan capaian melebihi 100 persen, sesuatu yang disebut tidak semestinya terjadi dalam sistem pelaporan kinerja.
“Kadang pengisiannya tidak sesuai sehingga muncul anomali data. Ini yang kita benahi supaya laporan benar-benar valid,” tegas Imam.

