Informasi seputar hewan kurban kembali menjadi sasaran hoaks yang beredar di media sosial. Salah satu klaim terbaru menyebut Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta masyarakat yang ingin berkurban menyerahkan kurban kepada pemerintah untuk dikelola, alih-alih melakukan penyembelihan sendiri.
Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan klaim tersebut tidak benar. Kemenag menyatakan tidak ada pernyataan Menteri Agama yang melarang praktik penyembelihan hewan kurban, dan memastikan ibadah kurban tetap berjalan seperti biasa.
Selain isu tersebut, beredar pula sejumlah klaim lain yang berulang dari tahun ke tahun. Berikut rangkuman beberapa hoaks terkait kurban yang sempat ramai di media sosial.
1. Klaim Menag meminta kurban diserahkan ke pemerintah
Klaim ini muncul dari unggahan akun Facebook pada 28 April 2026. Unggahan itu menuliskan narasi seolah-olah Menteri Agama meminta masyarakat menyerahkan hewan kurban kepada pemerintah untuk dikelola. Dalam unggahan yang sama, terdapat poster bergambar Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan teks yang menyebut masyarakat disarankan menyetorkan uang akikah atau kurban ke BAZNAS atau dikelola pemerintah daripada memotong kambing sendiri.
Kemenag menyatakan tidak ada pernyataan Menteri Agama yang melarang penyembelihan hewan kurban. Praktik ibadah kurban, menurut Kemenag, tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
2. Klaim sapi kurban memeluk pemilik dan dagingnya bertuliskan lafaz Allah
Hoaks lain yang beredar menampilkan rangkaian foto yang diklaim sebagai sapi kurban yang memeluk pemiliknya sebelum disembelih, menangis, serta daging kurbannya disebut berlafaz Allah. Konten ini disebarkan akun Facebook yang mengatasnamakan Ustadz Abdul Somad pada 1 Agustus 2020.
Unggahan tersebut menyertakan narasi ajakan membagikan kiriman disertai janji doa kelapangan rezeki. Konten itu tercatat telah dibagikan ratusan kali dan memicu ratusan komentar warganet.
3. Klaim tukang jagal di Jakarta tewas ditendang sapi kurban
Kabar lain yang sempat viral menyebut seorang tukang jagal di Jakarta meninggal setelah ditendang sapi kurban. Narasi tersebut beredar bersama sebuah video berdurasi 43 detik yang memperlihatkan beberapa orang berupaya menenangkan sapi sebelum penyembelihan. Dalam rekaman itu, seorang pria berkaos hitam terlihat terkena tendangan sapi hingga terkapar, lalu ditolong orang lain di lokasi.
Setelah video beredar, muncul klaim bahwa korban meninggal dunia. Narasi itu diunggah, antara lain, oleh akun Facebook Ronald Castro pada 11 Agustus 2019 dan akun Facebook Berbagi info pada tanggal yang sama, dengan jumlah pembagian dan komentar yang berbeda-beda.
Rangkaian contoh di atas menunjukkan bagaimana informasi terkait kurban kerap dimanipulasi dan disebarkan ulang di media sosial. Masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa kebenaran klaim yang beredar, terutama yang mencatut nama pejabat atau menampilkan konten sensasional.

