Hoaks masih menjadi tantangan serius di era digital, termasuk informasi yang mengaitkan Arab Saudi. Berbagai klaim palsu kerap beredar luas di media sosial dan berpotensi menimbulkan kebingungan serta misinformasi di tengah masyarakat.
Sejumlah hoaks yang beredar menyinggung beragam topik, mulai dari isu konflik global, klaim bantuan dana, hingga konten yang mengarah pada penipuan. Karena itu, verifikasi informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya menjadi langkah penting agar masyarakat tidak mudah terprovokasi maupun menjadi korban.
Sejumlah klaim terkait Arab Saudi yang pernah beredar antara lain sebagai berikut.
1. Klaim video keadaan Kedubes AS di Riyadh
Salah satu konten yang beredar adalah video yang diklaim menunjukkan keadaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh, Arab Saudi. Informasi tersebut diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 3 Maret 2026.
Dalam video itu tampak suasana kawasan dengan sejumlah bangunan bertingkat dan kendaraan yang melintas. Beberapa saat kemudian terlihat kobaran api disertai kepulan asap hitam membumbung tinggi. Unggahan tersebut disertai keterangan: “Keadaan kedubes AS di Ri yadh#fyp”.
2. Klaim video Menag Nasaruddin Umar mengumumkan dana hibah Arab Saudi
Hoaks lain memuat klaim bahwa Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bantuan dana hibah dari Arab Saudi untuk masyarakat Indonesia. Konten ini diunggah oleh sebuah akun Facebook pada 10 Maret 2026.
Unggahan tersebut disertai narasi: “Kementrian Agama Di Indonesia Memberikan Informasi Penting Yang Disampaikan Langsung Dari Arab Saudi Silahkan Daftarkan Diri Anda Melalui Sistem Elektronik #viralhariini #kementrianagama #beritaterkini #kerajaanarabsaudi”.
Dalam video juga terdapat narasi pidato yang berbunyi: “Assalamualaikum, saya ingin menyampaikan bahwa bantuan dana hibah dari Kerajaan Saudi Arabia resmi dibagikan ke seluruh Indonesia. Bagi yang belum menerimanya silakan daftar diri anda untuk mendapatkan”. Unggahan itu turut menampilkan menu untuk mengirim pesan.
3. Klaim Jokowi diberi gelar “Amirul Kazzab” dari Kerajaan Arab Saudi
Konten lain yang beredar di media sosial menampilkan potongan video berita yang diklaim berasal dari Metro TV dengan judul “Kerajaan Arab Saudi Berikan Gelar Amirul Kazzab bagi Presiden Jokowi”. Unggahan ini disebut beredar sejak akhir pekan, dengan salah satu akun Facebook mengunggahnya pada 4 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, akun menambahkan narasi: “BODOHNYA METRO TV. Jokowi Mendapat Gelar dari Raja Salman yaitu AMIRUL KAZZAB langsung diberitakan.Tahu tidak apa artinya AMIRUL KAZZAB...??? Amirul = Pemimpin. Kazzab =Pembohong. Makanya Sebelum diliput tanya dulu Artinya Amirul Kazzab.”
Beragam contoh di atas menunjukkan pola hoaks yang memanfaatkan isu sensitif, figur publik, dan konten visual untuk menarik perhatian. Masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, terutama jika unggahan disertai ajakan mendaftar, tautan tertentu, atau fitur pesan yang berpotensi mengarah pada modus penipuan.

