Program pemerintah kerap menjadi sasaran hoaks yang beredar melalui media sosial maupun aplikasi percakapan. Salah satu isu yang belakangan muncul adalah terkait koperasi desa, termasuk Koperasi Desa Merah Putih.
Sejumlah unggahan di platform seperti Facebook memuat klaim yang dikaitkan dengan kebijakan pemerintah maupun rekrutmen pegawai. Berikut beberapa hoaks yang beredar dan telah diklarifikasi dalam rubrik cek fakta.
1. Klaim Menteri Desa akan menutup Indomaret dan Alfamart demi koperasi desa
Beredar sebuah postingan yang menyebut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto akan menutup Indomaret dan Alfamart demi koperasi desa. Unggahan tersebut menampilkan foto Mendes disertai narasi “Menteri Desa akan Tutup Alfamart - Indomaret Demi Koperasi Desa”. Salah satu akun di Facebook mengunggahnya pada 23 Februari 2026.
2. Klaim link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih 2026
Hoaks lain berupa tautan yang diklaim sebagai link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih tahun 2026. Informasi ini diunggah oleh salah satu akun Facebook pada 15 April 2026, disertai daftar persyaratan seperti usia minimal 20 tahun, minimal ijazah SMA, bersedia ditempatkan di daerah masing-masing, hingga klaim gaji “minimal 5 - 8 juta”.
Unggahan itu juga menyertakan tombol daftar. Saat diklik, tautan mengarah ke situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi, seperti nama lengkap sesuai KTP serta nomor Telegram.
3. Klaim link pendaftaran pegawai Koperasi Desa Merah Putih dari Kementerian Koperasi
Postingan lain yang beredar di media sosial memuat tautan pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Desa Merah Putih yang diklaim berasal dari Kementerian Koperasi. Salah satu unggahan di Facebook diposting pada 8 Mei 2025.
Dalam narasinya, unggahan tersebut menyebut Kemendes PDTT melalui Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih membuka rekrutmen petugas untuk tahun 2025 dan menegaskan “pendaftaran tidak dipungut biaya”. Postingan juga dilengkapi poster berisi kualifikasi umum seperti laki-laki dan perempuan, minimal lulusan SMA/SMK, warga Indonesia, serta sehat jasmani dan rohani, disertai link yang mengarah ke situs tertentu.
Deretan klaim tersebut menunjukkan isu terkait koperasi desa kerap dimanfaatkan dalam konten menyesatkan, termasuk melalui tautan yang berpotensi meminta data pribadi. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi rekrutmen atau kebijakan yang beredar di media sosial, terutama jika disertai link yang mengarahkan ke formulir pengisian data.

