Sebuah video yang mengklaim penyanyi Lesti Kejora mengadakan program berbagi rezeki sebesar Rp 50 juta kepada masyarakat yang membutuhkan beredar di Facebook pada awal Mei 2026. Dalam unggahan tersebut, warganet yang ingin mendapatkan bantuan diminta menghubungi akun pengunggah melalui Facebook Messenger.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan klaim itu tidak benar. Di akun media sosial Lesti, tidak ditemukan informasi mengenai program berbagi rezeki Rp 50 juta seperti yang dinarasikan dalam video tersebut.
Untuk memastikan keaslian konten, dilakukan pemeriksaan menggunakan Hive Moderation, perangkat yang dapat mendeteksi kemungkinan sebuah konten dibuat dengan kecerdasan buatan. Hasilnya, suara yang terdengar dalam video—yang seolah-olah merupakan suara Lesti saat mengumumkan program tersebut—memiliki probabilitas 97,9 persen dihasilkan oleh AI.
Penelusuran lanjutan dengan teknik reverse image search juga menemukan bahwa video itu memanipulasi salah satu foto Lesti yang pernah dimuat di laman Kapanlagi.
Narasi semacam ini disebut sebagai modus penipuan dengan menawarkan hadiah. Masyarakat diimbau untuk waspada dan tidak mengikuti arahan dalam unggahan tersebut, termasuk permintaan untuk menghubungi pihak tertentu melalui pesan pribadi.
Dengan demikian, klaim bahwa Lesti Kejora mengadakan program berbagi rezeki Rp 50 juta merupakan hoaks. Video yang beredar terindikasi hasil manipulasi berbasis AI, dan Lesti disebut tidak pernah mengadakan program tersebut.

