Deretan Hoaks Terkait Tabung Gas Elpiji: Klaim Penarikan 3 Kg hingga Foto Elpiji Kemasan Saset

Deretan Hoaks Terkait Tabung Gas Elpiji: Klaim Penarikan 3 Kg hingga Foto Elpiji Kemasan Saset

Berbagai hoaks yang dikaitkan dengan tabung gas elpiji beredar di masyarakat. Informasi menyesatkan ini umumnya menyebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan, lalu memicu kebingungan di tengah publik.

Sejumlah klaim yang beredar mencakup isu penarikan tabung elpiji 3 kilogram (kg) saat awal puasa 2026, foto yang disebut-sebut sebagai elpiji kemasan saset, hingga kabar mengenai elpiji non-subsidi dengan tabung berwarna pink. Berikut rangkuman beberapa hoaks tersebut.

1. Klaim tabung elpiji hijau 3 kg ditarik dari peredaran awal puasa 2026

Sebuah unggahan Facebook pada 1 Februari 2026 memuat klaim bahwa tabung gas elpiji 3 kg berwarna hijau akan resmi ditarik dari peredaran pada awal bulan puasa 2026. Dalam narasinya, unggahan itu juga menyebut penarikan diputuskan dalam rapat kabinet dan pemerintah akan mengganti tabung hijau dengan beberapa warna alternatif.

Konten tersebut beredar disertai pesan bernada peringatan, namun juga memuat unsur kelakar. Klaim ini kemudian menjadi salah satu informasi yang diperiksa dalam kanal cek fakta.

2. Foto yang diklaim sebagai gas elpiji kemasan saset

Hoaks lain muncul dari sebuah foto yang beredar di media sosial dan diunggah akun Facebook pada 5 Februari 2025. Foto itu menampilkan kemasan saset bergambar tabung gas dengan tulisan “3 miligram”, lalu diklaim sebagai gas elpiji kemasan saset seberat 3 miligram.

Unggahan tersebut disertai keterangan bernada candaan dan ajakan memesan melalui pesan pribadi. Meski demikian, konten itu telah beberapa kali dibagikan dan memancing respons warganet, sehingga perlu diluruskan melalui pemeriksaan fakta.

3. Klaim elpiji non-subsidi tabung warna pink segera hadir

Pada 3 Februari 2025, beredar pula unggahan Facebook yang menyatakan elpiji non-subsidi dengan tabung berwarna pink akan segera hadir. Unggahan itu menampilkan foto tabung merah muda bertuliskan “Bright Gas” dan “LPG NON SUBSIDI”, disertai narasi yang mengaitkannya dengan isu kebijakan.

Klaim tersebut juga masuk dalam daftar informasi yang ditelusuri melalui cek fakta, termasuk dengan memuat klarifikasi dari pihak Pertamina terkait kabar yang beredar.

Rangkaian contoh di atas menunjukkan bagaimana isu seputar tabung gas elpiji kerap dimanfaatkan menjadi konten menyesatkan, baik dalam bentuk narasi serius maupun satire. Masyarakat diimbau lebih cermat memeriksa konteks, sumber, dan kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.