Nama Elon Musk kembali dicatut dalam sejumlah informasi palsu yang beredar di media sosial. Hoaks tersebut muncul dalam berbagai tema, mulai dari klaim bantuan dana hingga inovasi teknologi yang disebut-sebut berasal dari Musk. Berikut rangkuman beberapa hoaks yang beredar beserta konteks kemunculannya.
1. Klaim Elon Musk berjanji menalangi seluruh dana MBG
Sebuah unggahan di Facebook menampilkan tangkapan layar yang diklaim berasal dari Detik.com, disertai narasi bahwa Elon Musk berjanji membantu Prabowo dengan menutup seluruh dana MBG. Unggahan tersebut disebut beredar sejak pekan sebelumnya dan salah satu akun mempostingnya pada 13 Februari 2026. Dalam narasi unggahan, dituliskan kutipan yang mengatasnamakan Musk, termasuk kalimat “daripada menggunakan dana APBN, biar saya yang cover semuanya,” serta tambahan komentar dari pengunggah, “terharu gw.”
2. Video yang diklaim Elon Musk memamerkan robot Tesla pemotong rambut
Hoaks lain berbentuk video yang menyebut Elon Musk sedang memamerkan robot Tesla pemotong rambut. Video ini disebarkan salah satu akun Instagram pada 24 Desember 2024. Dalam rekaman tersebut, Musk terlihat duduk sambil dicukur rambutnya oleh sebuah perangkat yang disebut sebagai robot. Narasi pada video menyatakan, “ELON MUSK PAMERKAN ROBOT TESLA PEMOTONG RAMBUT,” sementara unggahan akun itu juga menuliskan pertanyaan terkait kemungkinan barbershop menggunakan robot. Konten tersebut tercatat mendapat 2.777 suka dan memunculkan beragam komentar warganet.
3. Kabar Elon Musk mengembangkan mobil berbahan bakar air
Di Facebook, beredar pula unggahan yang mengaitkan Elon Musk dengan klaim pengembangan mobil berbahan bakar air. Unggahan yang disebut diposting pada 16 November 2024 itu menampilkan foto Elon Musk dengan ilustrasi mobil berbahan bakar air. Dalam teks unggahannya, terdapat pernyataan yang mengatasnamakan Musk, “Mesin Air Ini Akan Menghancurkan Seluruh Industri Mobil!” disertai narasi panjang yang membahas rumor dan klaim seputar teknologi mesin bertenaga air. Konten tersebut tercatat telah dibagikan 39 kali dan mendapat empat komentar.
Rangkaian klaim di atas menunjukkan bagaimana nama tokoh publik kerap digunakan untuk memperkuat narasi tertentu di media sosial. Masyarakat diimbau untuk lebih cermat memeriksa konteks unggahan, asal tangkapan layar, serta kebenaran informasi sebelum membagikannya kembali.

