Isu mengenai adanya bantuan dana sebesar Rp10 juta dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuasin untuk kegiatan pesta olahraga yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuasin dibantah oleh pihak terkait.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Banyuasin, Sirojudin, menegaskan kegiatan tersebut tidak menerima bantuan anggaran dari pemerintah daerah. Ia menyebut kabar yang beredar tidak benar dan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
“Itu wong nak buat kisruh bae. Sejauh ini tak ada bantuan. Memang tak ada anggaran untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Pernyataan serupa disampaikan Ketua Harian KONI Banyuasin, Yuris. Ia mengatakan isu tersebut sempat membuat sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor) kebingungan dan saling bertanya. Menurutnya, pelaksanaan pesta olahraga dilakukan secara swadaya, termasuk menggunakan dana pribadi panitia.
“Yang pasti nombok uang pribadi. Isu ini perlu diluruskan agar tidak terjadi salah paham antar panitia. Sekarang malah saling tuduh, diserahkan ke mana bantuan itu, padahal kami tidak menerima,” kata Yuris.
Ia berharap klarifikasi ini dapat meredam polemik serta menjaga kekompakan panitia dan pengurus cabang olahraga yang terlibat.
Pesta olahraga tersebut diketahui menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kabupaten Banyuasin yang digagas KONI bersama Dispora Banyuasin.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kegiatan ini meliputi bulu tangkis ganda putra yang diikuti 32 pasangan dan dipimpin Ketua PBSI Banyuasin Irian Setiawan; tenis meja ganda putra dan putri yang diikuti 16 pasangan dan dilaksanakan PTMSI Banyuasin; serta tenis lapangan yang diikuti 29 pasangan ganda putra/putri di bawah Ketua PELTI Banyuasin H. Sultan Al Rasyid.
Selain itu, terdapat lomba catur untuk kategori umum dan antar organisasi perangkat daerah (OPD) yang dilaksanakan Percasi Banyuasin, serta pertandingan bola basket untuk pelajar SMA/Madrasah Aliyah yang dilaksanakan PERBASI Banyuasin.

