Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kediri pada tahun 2026 melaksanakan normalisasi sungai sekaligus pembersihan sampah yang menghambat aliran air di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Pare, Badas, dan Puncu.
Salah satu titik penanganan berada di Dam Balongmanyar. Di lokasi tersebut, petugas melakukan normalisasi untuk mengurangi pendangkalan sungai. Petugas juga membersihkan tumpukan sampah yang terbawa arus setelah hujan deras yang berlangsung beberapa jam dan sempat menyebabkan air sungai meluap.
Kegiatan serupa dilakukan di Dam Ngebleg. Di lokasi ini, aliran sungai sempat meluap hingga ke jalan karena tersumbat sampah, termasuk bambu yang terbawa arus.
Kepala DPUPR Kabupaten Kediri, Irwan Chandra Purnama, melalui Kepala Bidang Operasional dan Sumber Daya Air, Andri Eko Prasetyo, mengatakan program normalisasi tetap berjalan meski memasuki bulan puasa dan cuaca ekstrem terjadi pada awal 2026. Menurutnya, banyak sungai di Kabupaten Kediri mengalami pendangkalan, penumpukan sampah, serta penyempitan badan sungai yang berpotensi memicu banjir.
“Kita bersihkan banyak sampah saat terjadi luapan air hingga air meluber ke jalan. Di bulan puasa petugas kami tetap melakukan normalisasi sebagai upaya mengurangi risiko kebencanaan,” ujar Andri.
Ia menambahkan, sebelumnya hujan berintensitas sangat deras sempat terjadi di wilayah Pare. Kondisi itu menyebabkan air sungai meluap hingga ke jalan karena alirannya tersumbat sampah. “Minggu lalu terjadi hujan dengan intensitas sangat deras hingga air sungai meluap ke jalan di wilayah Pare dan air tidak mengalir lancar karena tersumbat sampah,” katanya.
Andri menjelaskan, alat berat yang disiapkan untuk kegiatan normalisasi juga digunakan untuk penanganan darurat saat terjadi luapan air. Sebelum pelaksanaan, petugas telah melakukan survei di sejumlah lokasi yang dinilai perlu dinormalisasi, serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait sungai yang mengalami pendangkalan maupun penyempitan badan sungai.

