Enam Hoaks Ramai Sepekan: Dari Tautan Bantuan hingga Klaim Isu Geopolitik

Enam Hoaks Ramai Sepekan: Dari Tautan Bantuan hingga Klaim Isu Geopolitik

Penyebaran hoaks masih menjadi tantangan serius di tengah derasnya arus informasi digital. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memverifikasi setiap informasi yang diterima, terutama yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai.

Dalam sepekan terakhir, sejumlah klaim yang dinilai menyesatkan kembali ramai diperbincangkan. Isunya beragam, mulai dari bantuan pemerintah dan rekrutmen aparatur negara, hingga narasi terkait situasi global. Tim Cek Fakta Liputan6.com merangkum beberapa hoaks yang beredar di media sosial.

1. Video diklaim menunjukkan demonstrasi warga Dubai menuntut pengusiran pangkalan militer AS
Sebuah unggahan di Instagram pada 30 Maret 2026 menampilkan video kerumunan di jalan dengan latar bangunan bertingkat. Video itu disertai narasi yang menyebut warga Dubai, Uni Emirat Arab, turun ke jalan untuk berdemonstrasi menuntut pengusiran pangkalan militer Amerika Serikat dari Arab.

2. Tautan pendaftaran BSU 2026 Rp 600.000
Di Facebook, pada 30 Maret 2026 beredar klaim mengenai tautan pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 senilai Rp 600.000. Unggahan tersebut memuat syarat umum seperti WNI, pekerja aktif, dan terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, serta menyertakan poster bertuliskan pemerintah kembali menyalurkan BSU di awal 2026. Unggahan juga menampilkan menu “daftar” yang mengarah ke situs berisi formulir digital dan meminta data pribadi, termasuk nama lengkap dan nomor Telegram.

3. Tangkapan layar artikel yang mengklaim Kepala KSP M Qodari menyebut Wapres Gibran memenuhi syarat menjadi nabi
Sebuah postingan yang beredar sejak pekan lalu dan diunggah di Facebook pada 30 Maret 2026 menampilkan tangkapan layar artikel berjudul “Kepala Staf Presiden Qodari Sebut Wapres Gibran Memenuhi Syarat Jadi Nabi…”. Unggahan itu disertai komentar singkat dari pengunggah.

4. Tautan pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 2026 dengan usia maksimal 45 tahun
Klaim lain yang beredar di Facebook pada 30 Maret 2026 menyebut adanya tautan pendaftaran CPNS Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan 2026 dengan persyaratan usia minimal 18 tahun dan maksimal 45 tahun, serta keterangan pendaftaran gratis. Unggahan menyertakan tautan dan tombol “daftar” yang mengarah ke laman berisi formulir digital yang meminta data pribadi, termasuk nama lengkap hingga nomor Telegram.

5. Tautan pendaftaran token listrik gratis Rp 750 ribu untuk pelanggan PLN
Pada 27 Maret 2026, beredar klaim di Facebook mengenai token listrik gratis senilai Rp 750.000 untuk pelanggan PLN. Unggahan tersebut menyebut syarat seperti pelanggan prabayar, daya minimal 450 watt, dan memiliki ID pelanggan aktif. Di dalamnya terdapat menu pendaftaran yang mengarah ke situs berisi formulir digital yang meminta data seperti nama lengkap, nomor pelanggan, jenis meteran, alamat lengkap, serta nomor Telegram aktif.

6. Klaim Jusuf Kalla terbang ke Iran untuk upaya perdamaian
Klaim berikutnya muncul di Facebook pada 26 Maret 2026 yang menyebut mantan Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla terbang ke Iran bersama rombongan untuk upaya perdamaian di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. Unggahan itu menyertakan poster berupa foto Jusuf Kalla bersama Hamid Awaluddin, yang disebut sebagai pengurus PMI, tampak duduk mengenakan sabuk pengaman.

Rangkaian klaim tersebut menjadi pengingat agar publik lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar, terutama yang menyertakan tautan pendaftaran dan meminta data pribadi. Verifikasi informasi sebelum membagikan dapat membantu mencegah meluasnya misinformasi.