Eri Cahyadi Dorong Digitalisasi Layanan untuk Transparansi dan Penguatan PAD Surabaya

Eri Cahyadi Dorong Digitalisasi Layanan untuk Transparansi dan Penguatan PAD Surabaya

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menekankan pentingnya transparansi layanan publik melalui digitalisasi untuk memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, langkah ini sejalan dengan target Surabaya menjadi Kota Jasa.

Di masa kepemimpinannya, Pemkot Surabaya menjalankan berbagai inovasi di sejumlah sektor, mulai pendidikan, kesehatan, peningkatan kesejahteraan warga, hingga kemudahan berinvestasi. Agar program berjalan sesuai kebutuhan, Eri meminta jajaran pemkot turun langsung ke masyarakat untuk mendengar aspirasi warga terkait perbaikan pelayanan publik.

Eri menyebut Surabaya memiliki porsi PAD yang besar, sekitar 75 persen, sehingga keberlangsungan pembangunan kota sangat bergantung pada kemampuan meningkatkan pendapatan tersebut. Karena itu, ia meminta setiap layanan mengedepankan transparansi untuk membangun kepercayaan.

Ia mencontohkan penerapan sistem digital dalam pemantauan sektor usaha seperti restoran dan hotel. Eri mengatakan digitalisasi dilakukan dengan menempatkan alat digital yang terhubung ke server, dan penerapannya sudah berjalan untuk restoran level 4 serta hotel bintang 5, 4, dan 3. Ia menyampaikan bahwa hingga akhir 2025, PAD dari hotel meningkat Rp100 miliar.

Eri menilai transparansi dan digitalisasi tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga berpengaruh pada kesejahteraan warga. Ia menekankan pentingnya kesadaran untuk saling membantu, terutama agar warga yang mampu dapat mendukung warga yang kurang mampu.

Selain layanan investasi, Pemkot Surabaya juga memfokuskan penerapan digitalisasi pada sistem parkir melalui pembayaran non-tunai. Inovasi ini disebut berasal dari usulan masyarakat, saat ini masih dalam tahap sosialisasi, dan direncanakan mulai diterapkan pada akhir April.

Eri meminta warga ikut berperan dalam penerapan kebijakan tersebut dengan membiasakan pembayaran parkir secara non-tunai. Ia menegaskan sistem itu bukan sekadar memudahkan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya transparansi dalam penyerapan PAD.

Ia menambahkan, PAD yang terkumpul akan digunakan untuk mendukung program kesehatan gratis, pendidikan gratis, serta bantuan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) yang melibatkan dukungan warga, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan Surabaya.