Kegiatan publikasi evaluasi Infrastructure Transparency Initiative (ITI) di Nusa Tenggara Barat (NTB) digelar dengan dihadiri sekitar 50 peserta. Peserta berasal dari organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang menangani proyek infrastruktur, anggota FLLAJ, akademisi, praktisi, organisasi masyarakat sipil, hingga media.
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Ervan Anwar, mengatakan keterlibatan NTB dalam CoST sejak 2024 merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas. Ia menjelaskan, proses menuju penguatan transparansi tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2018.
Menurut Ervan, sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari pembentukan multi-stakeholder group, penguatan kapasitas, hingga pelaksanaan evaluasi ITI. Ia menilai instrumen ITI penting untuk mengukur sejauh mana transparansi berjalan sekaligus mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki, termasuk terkait transparansi infrastruktur dan perluasan keterbukaan data.

