Film Komedi Horor "Pesugihan Sate Gagak" Angkat Isu Sosial, Tayang 13 November 2025

Film Komedi Horor "Pesugihan Sate Gagak" Angkat Isu Sosial, Tayang 13 November 2025

Film layar lebar Pesugihan Sate Gagak mencuri perhatian penonton saat penayangan perdananya di Jakarta Film Week 2025. Disutradarai Eti Cesar dan Dono Pradana serta ditulis Nugra Agung, film ini tidak hanya menawarkan komedi horor, tetapi juga disebut sebagai cerminan isu-isu sosial yang kerap muncul di masa kini.

Tema pesugihan yang umumnya identik dengan nuansa mencekam dan kebutuhan tumbal manusia, dalam film ini dikemas dengan balutan komedi horor yang ringan. Pendekatan tersebut membuat film ini hadir sebagai hiburan yang memadukan tawa dan ketegangan, sekaligus mengajak penonton memikirkan konsekuensi dari setiap pilihan hidup.

Sejumlah aktor terlibat untuk menghidupkan cerita yang memadukan humor dan misteri. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 November 2025.

Pemeran Anto, Ardit Erwandha, mengatakan pengalaman bermain dalam film ini berbeda dari proyek-proyek sebelumnya. “Berakting komedi sudah biasa saya lakukan di film-film sebelumnya, tapi berakting komedi sekaligus horor sambil telanjang, sepertinya cuma akan terjadi di film ini,” kata Ardit di Jakarta, Rabu (10/6).

Yono Bakrie yang tampil sebagai pemeran utama menilai kesempatan ini sangat berharga. Ia mengaku kedekatan pengalaman hidupnya dengan cerita membantu proses pendalaman karakter. “Nyari duit susah itu memang benar adanya. Sebelum merantau ke Jakarta, saya pernah mengalami berbagai kesulitan ekonomi dan harus membantu orang tua agar bisa bertahan hidup. Kedekatan saya dengan cerita ini sangat membantu saya dalam mendalami karakter Dimas,” ungkapnya.

Benedictus Siregar menambahkan, film ini memberi ruang baginya untuk mengeksplorasi sisi akting yang berbeda. Ia menyebut biasanya dikenal lewat peran komedi ringan, namun kali ini ditantang menghadirkan lapisan emosi yang lebih dalam. “Meskipun unsur komedinya cukup kuat dan saya juga banyak bertemu dengan para komika, di film ini ternyata saya harus menampilkan adegan drama sesuatu yang jarang saya lakukan sebelumnya. Itu yang membuat Pesugihan Sate Gagak jadi salah satu proyek yang paling spesial sepanjang karir berakting saya,” jelasnya.

Sementara itu, Fauzan Nurdin menyebut proyek ini berawal dari pertemuan dengan penulisnya. “Untuk proyek ini, sebelumnya kami memang berawal dari penulisnya, Mas Agung. Kita ketemu, dan ada sebuah ide yang disampaikan,” pungkasnya.