Gempa bumi berkekuatan 6,5 magnitudo mengguncang wilayah selatan dan tengah Meksiko pada 2 Januari 2026. Episentrum gempa berada dekat kota Acapulco, negara bagian Guerrero. Getaran dilaporkan terasa hingga Mexico City, memicu kepanikan warga, menimbulkan kerusakan bangunan, serta menyebabkan korban jiwa.
Pusat gempa disebut berada di daerah San Marcos, sekitar 65 kilometer dari Acapulco de Juárez, dengan kedalaman sekitar 35 kilometer. Setelah gempa utama, aktivitas seismik berlanjut dengan lebih dari 900 gempa susulan. Sejumlah susulan dilaporkan cukup kuat untuk dirasakan warga, dengan magnitudo terbesar yang disebut mencapai 4,7.
Dari sisi penyebab, wilayah Guerrero dan pesisir Pasifik Meksiko berada di jalur seismik aktif “Ring of Fire”. Gempa ini dikaitkan dengan pergerakan lempeng Cocos yang menunjam di bawah Lempeng Amerika Utara, mekanisme tektonik yang umum di kawasan tersebut dan kerap memicu gempa kuat.
Laporan resmi menyebut sedikitnya dua orang meninggal dunia. Seorang perempuan sekitar 50 tahun dilaporkan tewas setelah rumahnya di wilayah dekat pusat gempa runtuh. Sementara itu, seorang laki-laki berusia 60 tahun meninggal di Mexico City setelah terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dalam proses evakuasi bangunan.
Selain korban meninggal, sekitar 12 orang dilaporkan mengalami luka-luka, dari cedera ringan hingga sedang. Kerusakan bangunan terjadi di sejumlah lokasi, terutama rumah tinggal yang runtuh atau mengalami retak. Sejumlah fasilitas umum, termasuk rumah sakit, dilaporkan dievakuasi sebagai langkah keselamatan.
Dampak juga terlihat pada infrastruktur pendukung. Di Mexico City, tiang listrik dan pohon dilaporkan roboh dan mengganggu pasokan listrik di beberapa kawasan. Longsoran tanah turut dilaporkan terjadi di beberapa jalur utama sekitar Acapulco, sehingga akses transportasi sempat terbatas saat penanganan darurat berlangsung.
Otoritas setempat mengimbau warga menjauhi bangunan yang rusak serta mengikuti instruksi mengenai ruang evakuasi dan bantuan darurat. Badan pertahanan sipil juga memperingatkan potensi gempa susulan masih ada, sehingga kewaspadaan diminta tetap tinggi, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah.
Pemerintah Meksiko, termasuk badan seismologi dan unit pertahanan sipil, mengaktifkan status darurat setelah gempa. Personel dikerahkan untuk membantu pemulihan dan penanganan dampak, termasuk evakuasi pasien dari rumah sakit yang mengalami kerusakan struktural.
Presiden Meksiko saat itu, Claudia Sheinbaum, dilaporkan sempat menghentikan konferensi pers ketika gempa terjadi dan menginstruksikan percepatan respons darurat, penyaluran bantuan, serta pemantauan kerusakan di wilayah terdampak. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah negara bagian Guerrero untuk layanan medis, dukungan logistik, dan penanganan lanjutan.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya kesiapsiagaan bencana di kawasan rawan gempa. Di pesisir Pasifik Meksiko, latihan evakuasi dan pembekalan prosedur keselamatan disebut rutin dilakukan, didukung oleh sistem peringatan dini dan teknologi pemantauan yang membantu warga merespons lebih cepat saat getaran terjadi.
Selain dampak fisik, gempa juga berpotensi memengaruhi ekonomi lokal, terutama sektor pariwisata yang menjadi tumpuan Acapulco. Gangguan infrastruktur, kerusakan fasilitas, serta kekhawatiran wisatawan dapat memengaruhi kunjungan, khususnya pada periode awal tahun yang biasanya bertepatan dengan musim liburan.

