Gorengan Saat Buka Puasa: Aman atau Perlu Dibatasi? Ini Kandungan Kalori dan Lemaknya

Gorengan Saat Buka Puasa: Aman atau Perlu Dibatasi? Ini Kandungan Kalori dan Lemaknya

Bagi banyak masyarakat Indonesia, berbuka puasa terasa kurang lengkap tanpa gorengan. Teksturnya yang renyah dan rasa gurih membuat makanan ini kerap menjadi pilihan takjil favorit.

Namun, konsumsi gorengan saat berbuka sering memunculkan pertanyaan: apakah aman untuk kesehatan? Secara umum, gorengan dapat menambah asupan kalori, terutama karena proses memasaknya menggunakan banyak minyak. Kalori juga cenderung meningkat bila gorengan dilapisi tepung.

Selain menambah kalori, proses penggorengan pada suhu tinggi disebut dapat meningkatkan kadar lemak trans pada makanan. Karena itu, porsi dan frekuensi konsumsi menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Dokter Kevin memprakirakan kandungan kalori dan lemak pada beberapa jenis gorengan per potong sebagai berikut:

- Tempe goreng tepung: 72 kalori dan 4 gram lemak
- Tahu isi: 135 kalori dan 7 gram lemak
- Bakwan: 137 kalori dan 12 gram lemak
- Pisang goreng: 68 kalori dan 4 gram lemak
- Singkong goreng: 40 kalori dan 2 gram lemak

Sebagai gambaran, rata-rata kebutuhan kalori orang dewasa per hari berada di angka 2.100 kalori. Asupan kalori yang berlebihan dinilai tidak baik bagi kesehatan. Jika gorengan dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah banyak saat berbuka puasa, risikonya dapat meningkat, termasuk risiko diabetes dan obesitas.